Tumbuhkan Motivasi Anak-Anak Putus Sekolah

NERACA

Melalui buku motivasi anak “Aku Bisa”, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)memberikan motivasi kepada anak-anak agar mereka dapat menumbuhkan kembali mimpi dan cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Kurangnya motivasi pada anak-anak untuk terus berusaha dan belajar demi masa depan yang lebih baik dirasakan masih sangat kurang. Menurunnya motivasi ini bisa disebabkan karena pengaruh lingkungan tempat mereka tinggal dan kepasrahan terhadap keadaan tanpa ada niat berjuang meraih kehidupan yang lebih baik. Apalagi ditambah dengan anggapan bahwa biaya pendidikan sangat tinggi dan ketidakmampuan untuk membiayainya.

Menurut data Kemdikbud, saat ini angka anak tidak melanjutkan sekolah tingkat SD di Jakarta tahun 2009 mencapai 14.341, SMP mencapai 2.510 anak, dan SMA mencapai 4.780 anak.

Corporate Communications TBIG, Wiyanna mengungkapkan, berawal dari keprihatinan akan banyaknya anak-anak yang harus putus sekolah dan anak-anak jalanan, muncullah keinginan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar mereka dapat mengubah cara pandang dan pikiran mereka, menumbuhkan kembali mimpi dan cita-cita untuk bisa mendapat kehidupan yang lebih baik di masa depan, serta keyakinan bahwa mereka “Pasti Bisa” apabila ada kemauan dan usaha.

“Untuk itulah kami meluncurkan buku “Aku Bisa” yang berisi kumpulan kisah nyata dari para tokoh dunia yang sudah cukup dikenal oleh anak-anak akan kesuksesannya,” katanya.

Lebih lanjut, kata Wiyanna, anak-anak harus mengetahui kisah nyata mereka dalam meraih kesuksesan tersebut. Diharapkan dengan membaca kisah perjuangan dari para tokoh tersebut, dapat menumbuhkan keyakinan bahwa mereka juga bisa meraih kesuksesan yang sama.

Wiyanna juga menambahkan bahwa buku ini penuh dengan pesan membangun untuk memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus berjuang dalam menggali potensi diri serta memperbaiki kualitas hidup mereka.

Setelah peluncurannya, buku motivasi anak “Aku Bisa” yang ditulis oleh Wiyanna selaku Corporate Communications Head TBIG, dibagikan secara gratis kepada anak-anak di Rumah Belajar TBIG dan anak-anak putus sekolah di bawah pengawasan Kementerian Sosial.

Rumah Belajar

Direktur Utama TBIG Herman Setya Budi mengatakan, sebagai bentuk komitmen TBIG akan tanggung jawab sosial kepada masyarakat melalui Program CSR di bidang Pendidikan, TBIG bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mendirikan Rumah Belajar bagi anak-anak putus sekolah yang diresmikan pada 6 Juni 2012 lalu di Manggarai.

Program Rumah Belajar ini didirikan sebagai upaya membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa dan memberikan wadah bagi anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus untuk mendapatkan pendidikan layak demi masa depan mereka.

“Melalui kegiatan CSR ini, kami berupaya untuk dapat mengurangi jumlah anak-anak putus sekolah di Indonesia. Disamping itu, sebagai bentuk dukungan kepada Program Rumah Belajar, TBIG juga meluncurkan Buku Motivasi bagi anak-anak untuk membangun motivasi serta semangat kepada anak-anak putus sekolah,” kata Herman.

Kampanye

Bersamaan dengan peluncuran buku “Aku Bisa”, TBIG juga menyelenggarakan acara Fun Run & Fun Bike bersama ratusan pelari, pesepeda, mitra Bisnis, dan anak-anak putus sekolah dengan rute Driving Range Senayan - Bundaran HI - Driving Range Senayan, serta pembubuhan tanda tangan partisipasi di wall of fame Aku Bisa.

Dalam kesempatan ini pula, Direktur Utama TBIG Herman Setya Budi menyerahkan 500 tas sekolah dan buku motivasi anak "Aku Bisa" secara simbolis kepada Kementerian Sosial dan 200 tas sekolah dan buku kepada pendiri & CEO YCAB Veronica Colondam. Tas sekolah dan buku motivasi ini dibagikan secara gratis bagi anak-anak putus sekolah.

“Kami menyambut gembira serta mendukung upaya TBIG untuk terus memotivasi anak-anak putus sekolah. Di Rumah Belajar ini kami akan menerapkan disiplin tinggi serta kualitas tenaga pengajar yang baik agar Rumah Belajar TBIG mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas baik,” kata Veronica selaku partner TBIG dalam Rumah Belajar.

“Kami berharap kampanye tidak berhenti sampai di sini, namun ke depannya TBIG akan terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk tetap memiliki semangat Aku Bisa!..,” tegas Wiyanna.

BERITA TERKAIT

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun - Setiap Tahun

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun Setiap Tahun NERACA Sukabumi - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota…

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA - Menuju Hari Anak Nasional

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA Menuju Hari Anak Nasional NERACA Pandeglang - Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25…

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA - Menuju Hari Anak Nasional

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA Menuju Hari Anak Nasional NERACA Pandeglang - Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25…

BERITA LAINNYA DI CSR

Lippo Cikarang Berikan Pengobatan Gratis Warga Desa Jayamukti

Bantu Warga Desa Jayamukti   Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Lippo Cikarang…

Dukung Penguatan Pendidikan Karakter - Trakindo Siap Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong hadirnya era baru yaitu revolusi industri 4.0. Berbagai langkah pun dihadirkan pemerintah guna menghadapi…

Bangun Kemandirian Para Mama di Pulau Solor - Samsung Bantu Kembangkan Pengrajin Anyaman Lontar

Menjaga kearifal lokal dalam pengembangan wirausaha kerajinan pohon lontar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong PT Samsung Electronics Indonesia…