Masih Ada Sentimen Positif Melanjutkan Penguatan Kemarin

Neraca

Jakarta – Kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyelesaian krisis eropa yang belum selesai, menjadi penghambat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melesat lebih tinggi lagi. Syukurnya, indeks masih mempertahankan penguatan diakhir perdaganagn Selasa naik 20,661 poin (0,53%) ke level 3.880,816. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 4,629 poin (0,70%) ke level 662,422.

Analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin mengatakan, indeks tercatat meningkat ditengah fluktuasi bursa saham kawasan Asia, “Positifnya saham sektor infrastruktur dan diikuti pertambangan, keuangan, dan perkebunan mengangkat indeks BEI,"katanya di Jakarta, Selasa (19/6).

Menurutnya, setelah IHSG berada dalam tekanan sehingga masuk ke dalam tren "bearish" (pelemahan) dan akhirnya pelaku pasar kembali mengambil posisi beli. Maka tidak heran,investor lansung mengambil sikap mengakumulasi kembali saham-saham yang telah tertekan.

Berikutnya, perdagangan Rabu indeks diperkirakan masih cenderung menguat di kisaran 3.839-3.890 poin. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, reboundnya harga komoditas sukses mengangkat saham pertambangan dan perkebunan dalam perdagangan Selasa kemarin. "Selama beberapa pekan lalu, saham berbasis komoditas menjadi sasaran jual investor menyusul proyeksi turunnya permintaan dari sektor ini akibat melemahnya ekonomi global. 'Bargain hunting' pada saham sektor komoditas menjadi pendorong naiknya indeks BEI," ungkapnya.

Perdagangan kemarin, transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 48,459 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 112.472 kali pada volume 6,144 juta lot saham senilai Rp 2,959 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 58.500, Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 13.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 450 ke Rp 3.950, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 20.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 48.900, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 22.150, Indomobil (IMAS) turun Rp 300 ke Rp 7.050, dan Lion Metal (LION) turun Rp 200 ke Rp 9.200.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI masih dizona hijau dengan ditutup naik 13,125 poin (0,34%) ke level 3.873,280. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,961 poin (0,45%) ke level 660,754. Saham-saham bank dan lapis dua di sektor industri dasar terkena tekanan jual di tengah penguatan saham-saham unggulan berbasis komoditas dan infrastruktur.

Investor masih lakukan aksi tunggu sambil mengantisipasi langkah pemerintah baru Yunani dan Uni Eropa dalam menanggulangi krisis utang. Transaksi juga tidak terlalu ramai akibat aksi tunggu. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 47.230 kali pada volume 2,453 juta lot saham senilai Rp 1,227 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 575 ke Rp 4.075, Axiata (EXCL) naik Rp 450 ke Rp 5.750, ACE Hardaware (ACES) naik Rp 225 ke Rp 5.100, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 7.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 25.300, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 49.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 36.600, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 7.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 1,09 poin atau 0,03% ke posisi 3.859,07, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,28 poin (0,04%) ke level 657,52. "Bursa Asia dibuka melemah sekitar 0,5% karena lonjakan yield Surat Utang Negara (SUN) Spanyol dan pelemahan harga komoditas dunia," kata analis saham Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengemukakan, harga minyak terkoreksi sekitar satu persen pada Senin kemarin ke level US$ 83,2 per barel yang diikuti mayoritas harga baja dunia. Kemudian euforia kemenangan partai pro-bailout dalam pemilu Yunani akhir pekan lalu tidak bertahan terlalu lama setelah sentimen negatif dari melonjaknya yield SUN Spanyol mencapai level 7,16% membawa mayoritas bursa Eropa ditutup melemah tadi malam.

Tercatat bursa regional di antaranya indeks Hang Seng menguat 42,92 poin (0,22%) ke level 19.384,89, indeks Nikkei-225 turun 22,42 poin (0,26%) ke level 8.698,60 dan Straits Times menguat 12,54 poin (0,41%) ke level 2.835,76. (bani)

BERITA TERKAIT

Shutdown di Amerika Tidak Goyahkan Rekor IHSG - Pasar Modal Masih Tahan Banting

NERACA Jakarta – Sentimen global memberikan sentimen besar terhadap industri pasar modal di tanah air, lantaran kebanyakan investor tidak hanya…

Pasar Masih Optimis Bukukan Hasil Positif - Semarak Tahun Politik

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia optimistis kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2018 yang merupakan tahun politik…

BEI Sebut Ada 32 Saham Tidur di 2017

Di balik geliatnya industri pasar modal dan pertumbuhan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus mencatat rekor baru, rupanya masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…