free hit counter

Kontraktor "Bermasalah"Diminta Disdiskualifikasi

Tender Gedung Baru DPR

Selasa, 29/03/2011

Tender Gedung Baru DPR

 Kontraktor “Bermasalah”Diminta Disdiskualifikasi

 Jakarta--Kontraktor yang dianggap pernah bermasalah dalam berbagai proyek di lingkungan DPR diminta tak diikutsertakan, alias diskualifikasi tender pembangunan gedung baru DPR. “Kia minta kontraktor "bermasalah" jangan dibiarkan ikut serta. Jika ketua DPR saja dibohongi, bagaimana dengan rakyat? ,” kata Seknas Fitra, Yuna Farhan kepada wartawan di Jakarta,28/3.

 Oleh sebab itu, Yuna meminta Ketua DPR Marzuki Alie untuk tidak terlalu terburu-buru mengatakan proyek renovasi rumah jabatan anggota (RJA) tidak ada masalah. Padahal data yang dimiliki Fitra, proyek tersebut banyak terindikasi korupsi. Hal ini bisa dilihat dari hasil audit BPK pada 2009. “Kita temukan banyak masalah. BPK pun dari hasil auditnya tahun 2009 menemukan ada beberapa masalah dalam pelaksanaan proyek itu,” ujar Yuna.

 Menurut Yuna, indikasi penyelewengan proyek RJA bukan hanya dalam tahap pelaksanaan saja. Bahkan spesikasi bangunnya juga  tak sesuai kontrak kerja. “Temuan kita ada indikasi korupsi proyek RJA. Itu belum termasuk berbagai keterlambatan yang menyebabkan negara masih harus menanggung ongkos sewa rumah anggota DPR,” jelasnya.Next