Atlas Resources Targetkan Produksi Batu Bara 2,6 Juta Ton

Emiten pertambangan, PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan peningkatan produksi dua kali lipat hingga akhir tahun ini dari perolehan produksi yang dicatat perseroan sepanjang 2011 yang mendekati angka 1,3 juta ton. "Target produksi kita hingga akhir tahun bisa dua kali lipat dari perolehan tahun lalu," kata Direktur Keuangan Atlas Resources, Dono Boestami di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut Dono, dari target produksi tersebut, wilayah IUP yang telah beroperasi di Hub Muba yang berlokasi di Sumatera Selatan akan menjadi kontribusi terbesar, di samping empat Hub lainnya (Berau, Kubar, Oku, dan Papua).

Asal tahu saja, hingga akhir tahun lalu, total produksi Atlas mencapai 1,28 juta ton. Jika ditargetkan dua kali lipat maka produksi Atlas di tahun ini bisa mencapai 2,56 juta ton atau mendekati 2,6 juta ton.

Sejak produksi awal pada Desember 2011, target kapasitas produksi Hub Muba sekitar 2,75 juta ton per tahun. Muba sendiri mempunyai cadangan batubara sebesar 95 juta ton, sementara sumber dayanya sebesar 314 juta ton. "Sumber produksi Hub Muba terbesar. Dan tahun depan satu lokasi di Hub Muba sudah mulai beroperasi," kata Dono.

Dia menambahkan, saat ini dari 17 konsesi yanga ada, terekam total cadangan batubara mencapai 104 juta ton, dengan sumber daya mencapai 377,9 juta ton. Sementara Direktur Komersial Atlas, Aulia Setiadi menambahkan, peningkatan produksi tentunya berdampak pada penjualan dan pendapatan perseroan. "Kita akan lihat dengan tren harga yang ada. Mungkin jelang akhir tahun akan kelihatan pendapatan kita seperti apa," ungkap Aulia.

Saat ini kisaran harga jual batubara Atlas sekitar US$75,9 per ton dan tahun ini kurang lebih sama. Dia menambahkan, terkait dengan kontrak penjualan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), harga jual batubara akan ditetapkan sesuai dengan peraturan pemerintah. "Di atas Rp500 ribu per ton, tergantung lokasi," ungkapnya.

Belanja Modal

Selain itu, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar US$68 juta pada tahun ini. "Alokasi capex di 2012 ful year US$ 68 juta. Hingga saat ini kami sudah belanjakan sebesar US$25 juta,"kata Dono Boestami.

Dia menyampaikan sebagain besar belanja modal tahun ini akan digunakan untuk proyek tambang di Hub Muba Kalimantan (Karya Borneo Agung, Bara Karya Agung, dan Ratna Karya Bara). Produksi di Muba Hub ini akan menjadi kontribusi terbesar untuk peningkatan produksi tahun ini dan hingga dua, tiga tahun ke depan," katanya.

Adapun cadangan batubara di Muba HUb ini diperkirakan mencapai 95 juta ton. Sementara nisbah pengupasan (stripping ratio) di Muba Hub ini empat berbanding satu. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Atlas Resources Tbk (ARII) menyetujui rencana penggunaan laba bersih 2011 sebesar Rp26,9 miliar sebagai laba ditahan. Dengan demikian tidak ada pembagian dividen tahun ini. “Laba bersih sebesar Rp26,9 miliar itu meningkat signifikan dari perolehan laba akhir tahun 2010 yang sebesar Rp13,3 miliar,” ujar Presiden Direktur PT Atlas Resources Tbk Andre Abdi. (bani)

BERITA TERKAIT

Gubernur Jabar Targetkan Sebar 100 Juta Benih Ikan

Gubernur Jabar Targetkan Sebar 100 Juta Benih Ikan NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menargetkan tahun…

Bekasi Cadangkan 11,5 Ton Beras Untuk Stabilkan Harga

Bekasi Cadangkan 11,5 Ton Beras Untuk Stabilkan Harga NERACA Bekasi - Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan cadangan…

PTPP Targetkan Pendapatan Rp 28 Triliun

NERACA Jakarta - Tahun ini yang merupakan tahun politik, tidak menyurutkan bagi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)  untuk menargetkan pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika - Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

Gelar Rights Issue, SCMA Bidik Rp 3,58 Triliun

Cari pendanaan di pasar modal lewat penerbitan saham baru atau rights issue, kini tengah marah dilakukan emiten. Begitu juga halnya…

Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017…