BPK Segera Audit Utang Pemerintah - Mulai Semester II

NERACA

Jakarta-- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegaskan segera memulai melakukan audit manajemen utang pemerintah secara keseluruhan. Bahkan langkah audit ini akan dimulai pada semester-II 2012 mendatang. "Kita mulai di semester-II," kata Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6)

Lebih jauh kata Hasan lagi, tindakan audit yang akan dilakukan BPK nantinya, bukan hanya surat utang semata. Namun, merupakan audit manajemen utang secara keseluruhan. Hasan menambahkan, data yang akan diaudit BPK tersebut merupakan data-data manajemen utang pemerintah pada 2011 ke belakang. "Kita akan menilai apakah saat ini manajemen utang yang sudah dimiliki pemerintah sudah efisien, untuk memperoleh pembiayaan yang paling kompetitif untuk membiayai defisit negara?" tambahnya

Seperti diketahui sebelumnya, BPK akan mengaudit pengelolaan utang pemerintah Indonesia. Baik utang luar negeri maupun dalam negeri pada 2012 mendatang. "Kita akan lakukan (audit utang pemerintah) ke depan, sebab 2011 belum. Tahun-tahun yang akan datang, mungkin di 2012," ungkapnya

Keuangan negara, terdiri dari aset kewajiban dari aset, kewajiban, dan ekuitas. "Kalau pendapatannya kan ada nonpajak. Termasuk, pendapatan SDA (Sumber Daya Alam), pendapatan termasuk utang luar negeri," ujar dia.

Objek pemeriksaan BPK, tambahnya, mengenai manajemen pengelolaan utang baik itu luar maupun dalam negeri menjadi prioritas ke depan.

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengakui pemerintah berencana untuk menambah utang hingga Rp 134 triliun di tahun ini untuk pembiayaan anggaran. Sebanyak 80% dari total utang berasal dari investor dalam negeri.

Rahmat menejelaskan penambahan utang pemerintah tersebut relatif aman yaitu 20% dari total pembiayaan APBN di tahun ini. "Anda hitung saja, 20% dari total kebutuhan pembiayaan kita," imbuhnya.

Penambahan utang pemerintah terbesar rencananya melalui penerbitan surat utang. Penerbitan surat utang di pasar dalam negeri menurut Rahmat akan menciptakan iklim keuangan yang baik. "Penerbitan surat utang negara (SUN) di pasar domestik itu justru sangat bagus ikut dalam pengembangan pasar keuangan di dalam negeri," tambahnya.

Dikatakan Rahmat, utang pemerintah akan digunakan untuk pembiayaan infrastrukur. Utang harus ditambah karena adanya defisit anggaran. "Kenapa kita masih menambah utang? Pertama APBN kita masih defsit, yang kedua kita harus melakukan refinancing utang karena masih ada utang-utang lama yang dibuat 10 sampai 15 tahun lalu," sebutnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Jamin Aman Stok Pangan - TPIP INGATKAN PEMERINTAH JAGA INFLASI

Jakarta-Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) mengingatkan pemerintah untuk menjaga inflasi terutama melonjaknya harga pangan. Sementara itu, dua menteri memastikan stok…

Fokus Pemerintah Kepada Investasi Padat Karya

Oleh: Muhammad Razi Rahman Mantan Sekjen PBB Kofi Annan pernah menyatakan, sangat tidak beruntung beberapa pemerintahan yang tidak berpikir mengenai…

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

      NERACA   Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan terutama beras dalam kondisi aman menghadapi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dibuat Konservatif, Kemenkeu Ingin APBN 2018 Tak Direvisi

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan menyatakan akan mengupayakan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018…

Lewat Teknologi, Syngenta Ingin Kembangkan Pertanian Indonesia

  NERACA   Jakarta - Terbatasnya lahan pertanian di Indonesia, serta tuntutan akan pangan yang berkualitas menjadi salah satu tantangan…

Indeks Kemudahan Berbisnis Di Jakarta Turun Dua Peringkat

    NERACA   Jakarta - Indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB) yang baru dirilis Asia Competitiveness Institute (ACI)…