BUMN Diminta Tahan Beli Dolar - Demi Jaga Rupiah

NERACA

Jakarta--Pemerintah harus meminta BUMN untuk menahan pembelian dolar AS dan kalaupun melepasnya sebaiknya ke pasar domestik. Alasanya hal ini agar investor tak melarikan modalnya ke luar negeri. “Saat ini juga penting meyakinkan investor untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia, tidak hanya di pasar uang dan pasar modal tetapi juga di sektor riil. Depresiasi rupiah justru bisa lebih banyak untuk investasi di Indonesia," kata pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Firmanzah, di sela peluncuran program "Indonesia Berprestasi, XL Future Leaders", di Jakarta Convention Center, Rabu.

Lebih jauh kata Dekan FEUI ini, khusus di sektor riil pemerintah harus mampu dengan cepat meningkatkan hilirisasi seperti industri perkebunan, tambang. Investor mungkin saja bimbang menempatkan dananya di Indonesia karena bayang-bayang isu sensitif pasar Eropa. "Namun saya pikir mereka tetap masih ingin lebih "long term" di sini karena secara faktual Indonesia memiliki "domestic product" yang cukup besar, sementara kelas menengah masyarakat tumbuh sehingga bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk menggaet investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI)ke dalam negeri," tambahnya

Sedangkan dari sisi ekspor, Firmanzah menambahkan, sejauh ini dampak dari krisis Eropa tidak terlalu besar karena kontribusi wilayah ini terhadap total ekspor nasional hanya sekitar 10%. "Pasar ekspor terbesar adalah ke negara-negara kawasan ASEAN yang mencapai sekitar 26% dari total ekspor nasional," ucapnya

Untuk itu, tambah Firmanzah langkah yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana Indonesia mampu mempercepat diversifikasi pasar ekspor. "Pasar Amerika Latin seprti Brazil, Argentina dan sejumlah negara di Afrika saya kira masih sangat terbuka untuk produk-produk Indonesia. Kawasan ini bisa menjadi portofolio pasar ekspor nasional," tandasnya

Bahkan Firmanzah meminta segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar dampak negatif dari penurunan rupiah terhadap dolar AS dapat diminimalisasi. "Penurunan rupiah diperkirakan hanya sesaat, karena sesungguhnya fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus, namun harus juga diikuti langkah antisipatif agar penurunan tidak berkepanjangan," tukasnya

Menurut Firmanzah, setidaknya terdapat 4 langkah yang harus dijalankan yaitu menjaga tingkat inflasi pada level yang rendah, mengarahkan rupiah pada kisaran Rp9.100-Rp9.300 per dolar AS, hilirisasi industri, dan diversifikasi pasar ekspor. "Inflasi pada Mei 2012 tercatat masih rendah, namun penurunan rupiah berkepanjangan bisa memicu kenaikan harga-harga barang dan jasa pada periode-periode berikutnya," tuturnya.

Ditempat terpisah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, dibutuhkan kekompakkan untuk mempercepat kemajuan bangsa Indonesia yang telah ditakdirkan menjadi negara yang maju. "Kekompakan adalah kunci kesuksesan, dengan kompak antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya akan membawa bangsa ini maju lebih cepat," kata Dahlan saat memberikan kuliah umum di Universitas Bogor, Rabu.

Dahlan menyebutkan, Indonesia telah ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang tidak akan mungkin mundur lagi. Menurutnya kemajuan bangsa Indonesia sudah terlihat jelas. "Saat ini kita hanya tinggal memilih untuk maju cepat atau maju lambat," tuturnya

Menurut mantan Direktur PLN ini, Indonesia memiliki sumberdaya manusia, serta sumberdaya alam yang cukup untuk mencapai kemajuan bangsa. Saat ini, lanjut Dahlan, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana pada 2011, tingkat ekonomi Indonesia telah mengalahkan ekonomi Belanda. Produksi domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini sudah 800 miliar dolar AS lebih, sedangkan Belanda hanya US$700 miliar lebih. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Hamburkan Dolar ke Luar Negeri, BI ke Dalam Negeri

Oleh: Gigin Praginanto, Pemerhati Kebijakan Publik Berapa banyak bank bakal klenger dihantam kredit macet? Berapa banyak pekerja bakal kena PHK…

Meski Rupiah Melemah, Subsidi BBM Tak Berubah

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dikisaran Rp15.200 yang mana nilai tersebut jauh…

Mengurangi Tekanan Rupiah, Surplus Perdagangan Perlu Dijaga

        NERACA   Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Berly Martawardaya meminta pemerintah terus meningkatkan surplus neraca perdagangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mulai Buahkan Hasil, Skema KPBU Juga Butuh Insentif

  NERACA   Jakarta - Proyek Infrastruktur yang dibiayai dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai sudah membuahkan…

Realisasi Subsidi Energi Lampaui Pagu Anggaran

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan realisasi subsidi BBM dan LPG dalam APBN pada…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…