Penyerapan Pekerja Naik 52% - Derasnya Investasi Asing

Derasnya Investasi Asing

Penyerapan Pekerja Naik 52%

Jakarta— Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKP) menilai derasnya arus investasi asing mampu menekan angka pengangguran. Buktinya, peningkatan investasi asing (Foreign Direct Investment) di Indonesia sejak 2009 mampu menyerap tenaga kerja sekitar 52,5%. "Realisasi penyerapan tenaga kerja 2010 mencapai 463.012 orang, naik 52,5% dibanding penyerapan tenaga kerja pada 2009 yang sebesar 303.573 orang,"kata Deputi Bidang Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Achmad Kurniadi kepada wartawan di Jakarta,23/3.

Lebih jauh Kurniadi mengakui adanya peningkatan realisasi investasi menyebabkan penyerapan tenaga kerja pun juga meningkat pada 2010. "Sekitar USD16,7 miliar datang dari foreign direct investment (FDI) sedangkan sisanya USD6,77 miliar didapat dari domestic direct investment," tambahnya.

Dia menjelaskan, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya total realisasi investasi untuk periode Januari-Desember 2010 mencapai USD23,38 miliar atau setara Rp208,5 triliun. "Angka ini naik 54,2% dari 2009 yang tercatat sebesar USD15,19 miliar atau USD135,2 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 30,2% dari target 2010 yang sebesar Rp135,2 triliun," ujarnya

Dengan meningkatnya inflow FDI, lanjutnya, BKPM akan menciptakan insentif yang berdaya saing untuk para investor yang diberikan berdasar kasus per kasus.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menyatakan selama 2005-2010, realisasi investasi pada 14 Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) baru mencapai Rp27,5 triliun. KAPET ditetapkan dengan Keppres 1996 dan diubah menjadi Keppres 2005.

Berdasar data BKPM, baru 3 wilayah KAPET yang menyumbangkan investasi di kisaran minimal Rp3 triiun yaitu Kalimantan Timur Rp11 triliun, Batu Licin Kalimantan Selatan Rp3 triluun, dan Manado Rp3,4 triliun. "11 Kapet lain belum bisa mendatangkan investasi sebesar itu," ujarnya.

Beberapa kemudahan untuk memfasilitasi pengembangan Kapet, lanjutnya, masih belum mendorong minat para investor untuk menanamkan investasinya pada kawasan terkait.

Adapun beberapa kemudahan tersebut adalah pengurangan pajak penghasilan netto 30% selama 6 tahun dan 5% per tahun, pilihan untuk amortisasi yang dipercepat, kompensasi kerugian fiskal paling lama 10 tahun, serta pengenaan pajak dividen 10% atau lebih rendah.

Pemerintah mempertimbangkan pemberian fasilitas pembebasan pajak untuk jangka waktu tertentu (tax holiday) bagi investor infrastruktur guna menarik mintak pemodal asing dalam proyek kemitraan pemerintah dan swasta (KPS). Kebijakan itu tertuang dalam dalam dokumen tertulis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipaparkan Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono kepada wartawan di Jakarta.

Selain tax holiday, Bambang mengatakan pihaknya juga menyiapkan sejumlah agenda untuk menyusukseskan program KPS melalui dukungan kepastian lahan, jaminan pemerintah, layanan satu pintu, serta fasilitasi pengembangan proyek.

Menurut dia, peranan swasta dalam pembiayaan infrastruktur sangat dibutuhkan karena dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur Rp1.429 triliun untuk periode 2010-2014, anggaran negara hanya mampu menyediakan sekitar 15%. **cahyo

BERITA TERKAIT

MNC AM Kenalkan Investasi Reksadana

Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan menjadi penyebab banyaknya masyarakat terjebak pada produk investasi bodong. Berbagai…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…