Fokus Tingkatkan Produksi, Vale Tetap Bagi Dividen US$85 Juta

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk (Vale), Nicolaas D Kanter menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan dividen tahun buku 2011 sebesar US$85 juta. Jumlah dividen tersebut setara dengan US$0,0086 per saham yang akan dibayar pada 1 Juni 2012 mendatang.

Selain itu, kata Nico, dividen ini juga merupakan tambahan dari dividen interim perseroan tahun lalu yang telah dibayarkan pada 21 November 2011 lalu sebesar US$0,01 per saham. "Sisa dividen akan digunakan untuk working capital kita. Pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Vale,” ujar dia di Jakarta, Rabu (25/4).

Selain persetujuan pembagian dividen, RUPST Vale juga menyetujui pengangkatan kembali dan pengangkatan anggota baru dewan komisaris. Connor Spollen diangkat sebagai komisaris menggantikan Arif Siregar yang habis masa jabatannya.

Sementara Mikinobu Ogata diangkat sebagai komisaris menggantikan Takeshi Kubota yang mengundurkan diri sebelum RUPST tahun ini. Di sisi lain, Indrus Paturusi diangkat sebagai komisaris independen.

Sehingga susunan dewan komisaris baru, Ricardo Carvalho sebagai komisaris utama, Arief T Surowidjojo sebagai wakil komisaris utama, dan komisaris independen Peter Poppinga, komisaris Nark Travers, Jennifer A Maki, serta Conor Spollen.

Dilanjutkan komisaris Harumasa Kurokawa, Mikinobu Ogata, Irwandy Arif dan mengisi posisi komisaris independen oleh Idrus Paturusi. Untuk susunan direksi, para pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Nicolaas D Kanter sebagai direktur utama, Bernardus Irmanto sebagai wakil direktur utama, dan Fabio Bechara sebagai direktur keuangan.

Sebagai informasi, kinerja 2011 lalu, penjualan emiten sektor pertambangan ini tercatat mencapai US$1,24 miliar atau turun 2,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$1,27 miliar. Seiring penurunan penjualan, laba bersih perseroan juga merosot 23,79% dari US$437,36 juta menjadi US$333,76 juta.

Pada penutupan perdagangan bursa Rabu (25/4), saham Vale ditutup turun 25 poin menjadi Rp3100 per lembar. Volume perdagangan mencapai 14,07 juta lot dengan nilai Rp43,52 miliar.

Produk 120 juta ton

Dia juga menyebutkan jika tahun ini Vale akan memfokuskan diri agar nikel, yang menjadi core business-nya, dapat meningkatkan produktivitas. Nico mengakui, perseroan mengalami penurunan produksi pada kuartal pertama tahun ini.

"Dalam lima sampai enam tahun ke depan, kita fokus agar produksi menjadi 120 ribu ton per tahun," paparnya. Perusahaan nikel yang dahulu bernama PT International Nickel Tbk (Inco) ini, menargetkan produksi nikel tahun ini meningkat menjadi 72 ribu metrik ton (MT), dari target realisasi 2011 sebesar 66,9 ribu MT.

Sementara untuk harga jual nikel juga mengalami peningkatan. Di mana pada tahun ini sebesar US$21 ribu per ton dibanding sebelumnya sebesar US$18 ribu per ton. Untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2012, Vale menganggarkan sebesar US$150 juta yang diambil dari kas internal perseroan.

“Dana ini akan digunakan untuk feasibility study atau uji kelayakan tanah yang terletak di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan ini diharapkan bisa selesai akhir 2012. Lalu sisanya akan digunakan untuk proyek yang lain,” tutup Nico. [didi/ardi]

Related posts