Ciptakan Lingkungan Sehat Berkelanjutan - PT Pfizer Indonesia :

NERACA

PT Pfizer Indonesia memilih mengubah kebiasaan orang untuk semua program CSR-nya demi menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan.

Hidup sehat, dambaan setiap manusia. Bagaimanapun sehat itu tidak dinilai dengan uang. Justru untuk hidup sehat, orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi menjaga kondisi tubuh tetap bugar. Mahalnya kesehatan baru terasa ketika sakit.

Kesehatan tidak bisa dibeli walaupun seseorang memiliki uang yang banyak, karena uang yang banyak tidak bisa menyehatkan tubuh, namun tubuh yang sehat dapat memberikan peluang untuk mendapatkan uang.

Hidup sehat juga tidak hanya dari segi makanan saja, namun juga dari pikiran. Jika ingin selalu sehat dalam hidup, maka harus bisa menjaga dan memperbaiki pola hidup. Selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, mengatur gizi yang lengkap dan seimbang.

Mengubah pola hidup tidaklah mudah, namun Pfizer Indonesia memilih mengubah kebiasaan orang untuk semua program CSR-nya. Salah satu aktivitas Pfizer Indonesia menciptakan sekolah sehat. Anak-anak diajak menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan.

Untuk mengubah pola kebiasaan dan agar kesehatan masyarakat bisa dicapai dengan mudah, Pfizer Indonesia berpegang pada tiga pilar penting dimana sehat itu tidak tergantung obat-obatan, namun tergantung kebiasaan. Dan sehat pun tidak boleh sesaat, sehat harus seterusnya. “Sehat itu penting, dan untuk bisa sehat, mereka harus tahu bagaimana caranya sehat yang berkelanjutan. Bukan sehat sesaat,” kata Public Affairs and Communication Director PT Pfizer Indonesia Widyaretna Buenastuti.

Menurut dia, sehat dan sehat berkelanjutan sangat besar bedanya. Sehat yang berkelanjutan mengandung unsur cultural. “Ada budaya yang harus di-change, dan kita memilih mendorong perubahan budaya itu,” kata Widya.

Meskipun tidak mudah, Pfizer terus mengupayakan edukasi kesehatan, menerangkan bagaimana sebenarnya kehidupan yang sehat, bagaimana indikasi kesehatan bagi seseorang. Dan mendorong perubahan perilaku yang mengarah pada hidup sehat.

“Kunci CSR Pfizer adalah keberlanjutan, tidak hanya musiman atau seasonal. Karena itu dibutuhkan partisipasi aktif para pemangku kepentingan. “Kami memang punya tiga pilar sebagai pegangan yaitu edukasi hidup sehat, berkelanjutan dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Jangan sampai salah satu tertinggal,” papar Widya.

Dengan memilih perubahan pola hidup, maka lingkaran yang bersentuhan dengan program Pfizer akan makin membesar. Widya kemudian mencontohkan program dokter kecil yang dibangkitkan kembali dengan mendirikan sekolah-sekolah sehat di sekitar pabrik Pfizer.“Anak-anak adalah agent of change,mereka bisa mengubah perilaku jelek dari lingkungan sekitarnya. Misalnya kebiasaan merokok orang tua mereka atau membuang sampah sembarangan bisa diubah ke arah yang lebih baik. Mencuci tangan sebelum makan, hal-hal sederhana tersebut yang dicoba didorongkan Pfizer dalam cara edukasi kepada anak-anak tersebut,”katanya.

Saat ini, Pfizer bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menemukan bahan pengganti bahan pengawet berbahaya yang biasa dipakai para penjaja makanan seperti penggunaan bahan pengawet pada tahu. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan yang harus dipecahkan.

Hal-hal lain yang dilakukan Pfizer Indonesia dan berhubungan dengan inovasi adalah mendidik tenaga-tenaga medis terhadap antibiotik, karena saat ini resistensi antibiotik makin rumit dan makin berat.

Related posts