URBN Akuisisi 51% Saham Jakarta River City

NERACA

Jakarta – Perluas ekspansi bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) akan melakukan pengambilalihan sebanyak 576.878. lembar saham atau setara 51,01% kepemilikan PT Jakarta River City (JRC). URBN membeli 51,01% porsi saham JRC milik PT Ciptaruang Persada Property (CPP). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan URBN, Tri Rachman Batara, perseroan membeli saham JRC dengan harga Rp1 juta per lembar saham,“Sehingga total pembelian saham tersebut senilai Rp576,878 miliar,”ujarnya.

Dia melanjutkan, rencana akuisisi JRC itu, akan memberikan tambahan sumber pendapatan bagi perseroan. Disebutkan, sumber pendapatan itu berasal dividen JRC atas porsi 51,01%. Sebagai informasi, emiten properti ini menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 800 miliar.”Capital expenditure(capex) kami tahun ini sekitar Rp800 miliar. Rencananya, Rp500 miliar akan digunakan untuk akusisi lahan dan Rp300 miliar untuk pengembangan proyek eksiting,”kata Presiden Direktur Urban Jakarta Propertindo, Paulus Nurwandono.

Saat ini, perseroan memiliki empat proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Salah satunya adalah Urban Signature yang memiliki lahan seluas 62.239 meter persegi, di mana pembangunan tower pertama masih berlangsung dari target 5 tower. Kemudian, ada pula Urban Suites dengan luas 7.268 meter persegi yang baru akan mulai dikerjakan pada April 2020.

Nantinya, proyek tersebut akan di mulai paling lambat April tahun 2020. Seharusnyagroundbreaking dimulai Desember 2019, tapi karena ada kendala jadi dimundurkan. URBN juga menargetkan adanya pemasukan sebesar 20% dari segmen pendapatan berulang (recurring income) area komersial, mal, serta pengelolaan properti (property management). Namun, terang Paulus, segmen itu masih belum ada pada tahun 2019.

Perseroan pun bakal mempertebal portofolio pendapatan.Pasalnya, penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 mengenai Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan pada tahun 2020 dinilai dapat memperberat pencatatan keuangan.“Pendapatan pengakuan baru bisa dilakukan setelah ada serah terima. Tentu saja ini berat bagi semua pengembang. Maka itu kami harus bisa mendiversifikasi bisnis sesegera mungkin,” jelasnya.

Menurut Paulus, dengan berjalannya dua mal, yang masing-masing berlokasi di Jaticempaka dan Ciracas, serta area komersial dapat menambah pemasukan perseroan.“Meski begitu kami akui, pendapatan dari recurring income belum dapat menyamai penjualan unit apartemen. Tapi, kami akan berupaya agar PSAK yang baru tidak memengaruhi cashflow kami,” ucapnya.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…