Perubahan Tata Kelola Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

Perubahan Tata Kelola Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

NERACA

Jakarta - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan perubahan fundamental tata kelola badan tersebut ditujukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri.

"Perlindungannya begitu luas, dengan keluarganya, perlindungan ekonomi dan banyak hal," kata Plt. Kepala BP2MI Tatang Budie Utama Razak dalam acara Forum Komunikasi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Media dan Organisasi Kepemudaan di Kantor BP2MI, Jakarta, Selasa (11/2).

Ia mengatakan perubahan fundamental tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perubahan fundamental tata kelola PMI yang diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya.

Melalui perubahan tersebut, BP2MI memiliki sejumlah kewenangan baru yang sebelumnya ditangani oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), seperti kewenangan tentang surat izin perekrutan, pengaturan proses yang dipersyaratkan sebelum PMI dapat bekerja hingga masalah terkait perjanjian kerja dan lain-lain.

Melalui kewenangan baru itu, BP2MI dapat memberikan upaya perlindungan lebih besar, tidak hanya terhadap PMI yang bekerja di luar negeri, tetapi juga kepada keluarga PMI yang berada di dalam negeri.

"Ini merupakan tantangan yang tidak mudah karena perubahan fundamental ini harapan besar yang ditunggu banyak kalangan, terutama calon pekerja migran dan keluarganya," katanya.

Tatang mengatakan melalui kewenangan baru tersebut, BP2MI berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan yang lebih maksimal terhadap para PMI."Karena perlindungan yang baik itu adalah mulai dari proses. Pelayanan dari proses ini sebagai pencegahan munculnya kasus. Kalau prosesnya benar, (maka) tidak akan terjadi kasus-kasus," katanya.

Dengan adanya perubahan fundamental tata kelola tersebut, BP2MI memiliki kewenangan lebih besar untuk meningkatkan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), PMI dan keluarganya, baik pada masa sebelum, selama dan setelah PMI tersebut ditempatkan.

Pelayanan dan perlindungan yang dilakukan BP2MI mencakup penanganan selama proses repatriasi, rehabilitasi dan reintegrasi. Selain itu, BP2MI juga melakukan upaya mediasi dan advokasi serta upaya pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.

"Jadi dengan skema yang baik dengan negara tujuan penempatan dan juga sektor-sektor, dengan demikian kita harapkan bukan saja mereka mendapatkan pekerjaan lebih baik, tetapi perlindungannya juga bisa dipastikan," katanya.

Selain itu, BP2MI juga berupaya meningkatkan tenaga terampil dan profesional melalui pelatihan-pelatihan sehingga pada akhirnya dapat menurunkan jumlah pekerja low level. Ant

BERITA TERKAIT

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara NERACA Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan masyarakat yang menjalankan…

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945   NERACA Jakarta - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengingatkan eksekutif dan legislatif…

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Pusat Keanekaragaman Hayati ASEAN (ASEAN Center for Biodiversity/ACB) Dr…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis - Hadapi Corona

KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis Hadapi Corona NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

KPK Koordinasi dengan Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Melalui Vicon

KPK Koordinasi dengan Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Melalui Vicon   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkoordinasi dengan Pengadilan…

Supandi Dijagokan Jadi Ketua Mahkamah Agung

Supandi Dijagokan Jadi Ketua Mahkamah Agung NERACA Jakarta - Hakim Agung Prof Supandi dijagokan sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) menggantikan…