Tol Sumbar Minimalkan Pembebasan Lahan

NERACA

Padang---Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, pembangunan jalan tol pada ruas Padang-Batas Provinsi Riau dengan panjang sekitar 160 kilometer (KM) dengan prinsip pemilihan trase jalan yang meminimalkan pembebasan lahan. Untuk itu, lokasi lahan pembangunan jalan tol ini direncanakan berdekatan dengan jalan yang telah ada sebelumnya, katanya di Padang, Selasa.

Prinsip tersebut, menurut dia, disesuaikan dengan surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor. 631/KPTS/M/2009 tentang penetapan ruas-ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan nasional. Selain meminimalkan pembebasan lahan, pembangunan jalan tol Sumbar juga mengacu pada prinsip meminimalkan alih fungsi lahan pertanian, tambahnya.

Kemudian, ruas jalan tol tersebut juga harus berdekatan atau menyentuh ibukota kabupaten atau kota yang dilewatinya dari Padang ke Batas Riau, kata Prayitno.

Ibukota kabupaten dan kota yang dilewati sepanjang rute itu meliputi, Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Tanah Datar, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten 50 Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar, Suprapto menjelaskan, Pemprov Sumbar akan mempercepat proses awal pembangunan jalan tol di wilayahnya sebagai bagian dari program nasional pembangunan jalan tol Pulau Sumatra.

Secara nasional, proyek jalan tol Pulau Sumatera direncanakan pelaksanaannya mulai dari 2020 hingga 2030, namun beberapa provinsi di Sumatera akan memulai prosesnya lebih awal termasuk Sumbar, katanya.

Dalam perencanaannya, menurut dia, pembangunan jalan tol dalam wilayah Sumbar dimulai 2024, namun dalam pertemuan antargubernur se-Sumatera di Palembang beberapa waktu lalu dibicarakan untuk memulai proses awalnya proyek ini lebih cepat. **cahyo

Related posts