Menjelajah Google dalam Museum Digital

NERACA

Google Art Project, kini siapa pun dimanapun mereka berada dapat menikmati keindahan batik Indonesia dan peninggalan seni nusantara adiluhung secaraonline.

Google Art Project(www.googleartproject.com) adalah sebuah program kerjasama global yang dipelopori dan dipromosikan oleh Google yang melibatkan 151 institusi kebudayaan yang berasal dari 40 negara. SitusGoogle Art Projectmenampilkan gambar digital resolusi tinggi dari 30.000 karya seni yang dapat dilihat secara online kapan saja oleh siapapun dan dimanapun mereka berada.

“Google Art Project adalah hasil dari sebuah program dari lingkungan Google yang lebih dikenal dengan 20% project oleh para karyawan google. Project ini merupakan bentuk penghargaan akan karya seni, sejarah, dan budaya Indonesia,” kataCountry Head Google IndonesiaRudy Ramawi.

Direktur Museum Nasional Indonesia Drs. Gatot Ghautama mengatakan, Museum Nasional Indonesia terus berusaha untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya, benda-benda bersejarah dan karya-karya seni adiluhung Indonesia. “Melalui kerjasama denganGoogle Art Projectini, kami berharap agar upaya pelestarian peninggalan bersejarah Indonesia dapat lebih kuat. Karya-karya seni yang kami tampilkan akan dilestarikan secara digital, dan pada saat yang sama Indonesia beserta keragaman sejarah, seni dan budayanya akan dikenal dan dinikmati secara mendunia,” kata dia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti juga mengatakan bahwa ini adalah inisaiatif yang luar biasa yang dilakukan oleh Google, sehingga masyarakat Indonesia bisa mendekatkan diri dan lebih mengenal kepada seni budaya bangsanya. “Siapa saja yang berpartisipasi secara langsung dalam Google Art Project maka akan meningkatkan keinginan untuk datang langsung ke musium untuk dapat melihat objek-objek yang ditampilkan oleh Google Art secara real. Dan dengan adanya platform ini, maka masyarakat dunia juga akan mengetahui kekayaan-kekayaan seni di Indonesia dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” tambah dia.

Sejak diluncurkan di bulan Februasi 2011,Google Art Projecttelah berkembang sangat pesat. Ketika diluncurkan situsGoogle Art Projecthanya memiliki 1.000 gambar online, kini lebih dari 30.000 gambar sudah dapat dilihat di situs tersebut. Program GoogleArt Projectpun kini telah memiliki kerja sama dengan lebih banyak institusi kebudayaan dari berbagai negara, baik dalam skala kecil ataupun besar, mulai dari museum kesenian tradisional sampai dengan lembaga-lembaga seni yang lebih modern. DiGoogle Art Project, pengunjung situs dapat melakukan penjelajahannya sendiri ke berbagai tempat-tempat seni bersejarah di seluruh dunia, mulai dari Gedung Putih di Washington D.C., dilanjutkan keMuseum of Islamic Artdi Qatar, dan berhenti di Museum Nasional Indonesia.

Teknologi Google Art

Terdapat dua area utama dalam situs Google Art Project. Area pertama adalah “Museum View”yang menggunakan teknologiStreet View, dimana para pengunjung situs dapat menjelajahi galeri dan museum yang ikut menjadi bagian dalam Google Art Project. Metodenya sama sepertiStreet Viewpada Peta Google yang memungkinkan pengguna internet menelusuri jalanan secara virtual. Pada setiap museum atau galeri, karya-karya seni yang ditampilkan pada peta berdasarkan posisi lintang dan bujur, serta ditampilkan dengan anotasi klik melalui imageStreet Viewmuseum. Dari sini, pengunjung situs dapat mengklik untuk mengamati karya seni, yang akan membawa mereka ke area yang kedua, yaitu “Microscope View”.

“Microscope View” menggunakan aplikasi Picasa untuk menampilkan tampilan gambar karya seni dalam resolusi yang sangat tinggi. Pengunjung situs dapat memperbesar atau memperkecil hingga ke detil terkecil dari gambar tersebut, yang memungkinkan mereka untuk melihat detil yang sebelumnya hanya mereka lihat melalui konten yang ditampilkan oleh Google Scholar, Google Docs dan YouTube APIs.

Beberapa museum memilih satu karya seni untuk ditampilkan dengan resolusi tinggi berskala ‘gigapixel’. Visual karya-karya seni ini berskala sekitar 7 milyar pixel –sekitar 1000 kali lebih detil dari resolusi yang dihasilkan oleh kamera digital pada umumnya.

Untuk menghasilkan menghasilkan gambar dengan resolusi yang demikian tinggi, tim Google Art Project menggunakan kamera profesional dan sistem komputer serta alat penggerak “multisyncronise”. Setelah ribuan gambar diambil, maka gambar-gambar ini kemudian disatukan kembali dengan menggunakan teknologi Picasa. Semua gambar karya seni di Google Art Project kemudian disusun ke dalam komponen-komponen lebih kecil supaya seluruh pixel resolusi tinggi dapat diadaptasikan secara efisien dengan zoom skala dan kecepatan tinggi terhadap gambar-gambar lukisan yang ditampilkan.

Related posts