LG Kenalkan Mesin Cuci dengan Perlindungan Kesehatan - Usung Teknologi AI

NERACA

Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia memperkenalkan seri mesin cuci front loading AI DD terbaru yang memberikan fokus pada perlindungan kesehatan dan higienitas. Dengan menggunakan teknologi uap panas dari air, Inovasi teknologi teknik pencucian dan pemilihan material stainless steel untuk tabung, menjadi keunggulan mesin cuci ini untuk memberikan konsumen rasa aman dan nyaman dengan hasil pencucian yang higienis dan sehat.

“Semakin maraknya gaya hidup sehat di tengah penurunan kondisi lingkungan sekitar, mesin cuci ini dibuat dengan teknologi cermat yang menjadikannya sebuah paket lengkap untuk menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan pengguna,” ujar Jun Yub Lee, Product Marketing Manager Home Appliance PT LG Electronics Indonesia di Jakarta, kemarin. Yang membuat mesin cuci ini menarik, menurut Jun Yub Lee, karena mesin cuci LG ini telah dilengkapi dengan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Lebih lanjut mengenai pemanfaatan uap panas dari air dengan nama Steam+. Manfaatnya yang tak hanya mampu mengeliminasi berbagai materi penyebab alergi (allergen) yang beresiko merugikan kesehatan, Teknologi Steam+ pada mesin cuci ini juga berfungsi untuk mengurangi tingkat kekusutan pada hasil cucian sehingga lebih mudah dan gampang disetrika.

Jun Yub Lee tak menampik bila pemanfaatan uap panas dari air pada mesin cuci bukanlah hal yang benar-benar baru. Yang menjadikan mesin cuci LG ini berbeda, menurutnya, ada pada kemampuan mesin cuci AI DD dalam menghasilkan dan mempertahankan temperatur panas steam pada 60 derajat Celcius saat pencucian. “Kemampuan ini penting karena menjadi tingkat optimal untuk membebaskan cucian dari kemungkinan debu yang menempel, kuman maupun bahan penyebab alergi,” ujar Rumbi Simanjuntak, Head of Product Marketing Home Appliance PT LG Electronics Indonesia.

Bahkan khusus bagi efektivitasnya dalam penjagaan pakaian dari berbagai penyebab alergi, teknologi Steam+ dalam mesin cuci LG ini telah mendapat pengakuan internasional berupa sertifikat dari British Allergy Foundation (BAF). Sertifikat dari lembaga independen bertaraf global ini didapat setelah menjalani serangkaian uji independen terkait kemampuan mengeliminasi allergen hingga 99,9%. Produk dengan sertifikat BAF mudah dikenali dari logo khusus yang tertempel pada produk yang memiliki sertifikat uji ini. Pengenaan logo ini dikarenakan sertifikat BAF telah diterima di 135 negara di dunia.

Sementara untuk pencucian harian, fitur TurboWash 360 akan memberikan performa pencucian lebih bersih dalam waktu lebih singkat. Hal ini karena 3D Multi Water Spray dan 6 Motion yang diterapkan sebagai pendukung proses pencucian. 3D Multi Water Spray merujuk pada keberadaan empat titik pancaran air dengan peletakan pada beberapa sudut bagian depan tabung mesin cuci yang memastikannya menjangkau seluruh cucian secara merata. Kerja pancaran air ini didukung pompa inverter dengan kecepatan putaran yang berubah tinggi dan rendah secara berulang.

Penggunaan material stainless steel yang meliputi seluruh bagian tabung juga dalam rangka untuk memberikan perlindungan kesehatan. Tak hanya pada tabung, namun seluruh komponen di dalamnya. Termasuk didalamnya pada lifter yang berbentuk batangan untuk melontarkan pakaian dan pulsator yang berguna mencipta putaran air dalam tabung.

Pilihan penggunaan stainless steel terkait dengan karakter material ini yang membuatnya dipercaya untuk penggunaan yang terkait erat dengan higienitas seperti pada berbagai peralatan operasi. “Lebih dari pertimbangan ketahanan, dengan membuat seluruh area yang tersentuh pakaian terbuat dari stainless steel, meminimalkan kemungkinan kontaminasi bakteri pada cucian di dalamnya,” ujar Rumbi.

LG juga menanamkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) dalam mesin cucinya ini. Keberadaannya menjadi jawaban keterbatasan mesin cuci konvensional dalam melakukan pencucian lebih detail pada masing-masing bahan pakaian. Penanaman AI pada mesin cuci LG ini memberikan kemampuan mendeteksi karakteristik cucian yang ditopang 20,000 data sebagai dasar algoritma pencucian. Dengan topangan data ini, disamping mendeteksi berat cucian, mesin cuci akan memutuskan secara otomatis gerak pencucian yang berbeda berdasarkan tingkat kelembutan cucian meskipun dari materi yang sama seperti katun.

Di sisi lain, Rumbi Simanjuntak menyatakan, kecanggihan AI ini pun memberi manfaat pada kemudahan bagi siapapun untuk menggunakan mesin cuci ini. “Tak perlu kerumitan menguasai atau mengajari penggunaannya. Cukup pisahkan pakaian berdasarkan karakteristiknya, masukkan dan biarkan mesin cuci bekerja dengan pilihan paling sesuai untuk hasil cuci optimal,” ujar Rumbi Simanjuntak.

BERITA TERKAIT

Industri Estetika Semakin Berkembang, Miracle Kenalkan Tren E-Shape

  NERACA   Jakarta - Miracle Aesthetic Clinic Jakarta resmi meluncurkan tren pembentukan wajah terbaru, yaitu E-Shape. E-Shape adalah teknik…

Realme Rilis Buds Air dan Realme 5i

  NERACA Jakarta - Realme, merek teknologi smartphone di Indonesia, secara resmi melangkah ke ranah AIoT di Indonesia dengan meluncurkan…

SiCepat Ekspres Hadiahkan Paket Wisata kepada Pengguna Aktif

        NERACA     Jakarta - Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres memiliki program Jalan-Jalan SiCepat (JJS) sebagai bentuk…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Suara Ojek Online di Forum Ekonomi Bergengsi Dunia

  NERACA Jakarta – Forum pertemuan ekonomi bergengsi World Economic Forum (WEF) di kota Davos, Swiss, tahun ini menjadi berbeda…

Industri Estetika Semakin Berkembang, Miracle Kenalkan Tren E-Shape

  NERACA   Jakarta - Miracle Aesthetic Clinic Jakarta resmi meluncurkan tren pembentukan wajah terbaru, yaitu E-Shape. E-Shape adalah teknik…

Realme Rilis Buds Air dan Realme 5i

  NERACA Jakarta - Realme, merek teknologi smartphone di Indonesia, secara resmi melangkah ke ranah AIoT di Indonesia dengan meluncurkan…