Mendag Pastikan Harga Bapok di Solo Jelang Nataru Aman

NERACA

Kementerian Perdagangan Kemendag menjamin bahwa pasokan bahan pokok di Solo, Jawa Tengah menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) aman terkendali.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Solo terpantau stabil dan pasokan terkendali menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Kondisi tersebut merupakan hasil pantauan bapok di Pasar Jebres dan Pasar Rejosari di Solo.

“Perkembangan stok dan harga bapok di Pasar Jebres dan Pasar Rejosari terpantau stabil. kemendag mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha yang terus menjaga pasokan dan harga bapok tetap stabil sehingga masyarakat bisa mendapatkan bapok dengan harga yang terjangkau," ungkap Agus didampingi Wali Kota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo.

Dari pantauan harga di PasarRejosari dan Pasar Jebres tercatat harga beras medium Rp9.000- Rp10.000/kg, beras premium Rp11.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, cabe merah besar Rp18.000-Rp20.000/kg, cabe merah keriting Rp24.000/kg, cabe rawit merah Rp32.000- Rp34.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, daging ayam Rp32.000/kg, minyak goreng curah Rp10.800/liter, gula pasir Rp12.500/kg, dan daging sapi Rp105.000- 110.000/kg.

Sampai dengan 5 Desember 2019, pemantauan langsung di lapangan telah dilaksanakan di 11 provinsi, yaitu Jawa Timur, Banten, NTT, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Papua, Sumatera Utara, Papua Barat, Maluku, dan Jawa Tengah.

Sementara itu, pemantauan di empat daerah lainnya yaitu Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilaksanakan pada minggu ke-2 Desember. Lebih lanjut, Mendag mengatakan, pengawalan kelancaran pasokan bapokakan dilaksanakan mulai 16–20 Desember 2019di 45 kota yang tersebar di 15 provinsi.

“Melalui pemantauan pasar yang rutin dilaksanakan Kemendag, harga bapok yang stabil diharapkan akan terus berlanjut, baik di Solo, maupun di kota lainnya. Kami ingin masyarakat dapat merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dengan tenang tanpa mengkhawatirkan adanya gejolak harga bapok di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” ucap Agus.

Tidak hanya itu, untuk menjaga kestabilan bapok maka Wali Kota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo juga mengeluarkan Kios Mirunggandi Pasar Gede. Di kios tersebut, harga sejumlah barang pokok disebut lebih murah.

“Kios Mirunggan ini menjual sejumlah barang kebutuhan pokok bagi masyarakat, misalnya beras, telor, daging, dan lain-lain. Bahkan untuk harga bahan makanan pokok, menurutnya lebih murah,” terang Rudyatmo.

Misalnya, Rudyatmo mencontohkan, beras C4 itu harganya Rp 11.500 per kilo, harga telur, daging juga lebih miring di kios tersebut. Kios tersebut dibuat agar masyarakat merasa aman terhadap kebutuhan bapok. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan bapokdengan dengan harga terjangkau.

Tapi, Meskipun barang yang dijual terjangkau oleh masyarakat, kualitasnya tetap dijaga. “Kita berharap di kios Mirunggan di Pasar Gede ini barang yang dijual tetap memiliki kualitas yang baik,” harap Rudyatmo.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presdien Ma'ruf Amin pun berjanji akan menjaga harga pangan agar tetap stabil. Atas dasar itulah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya untuk menjaga bapok di setiap daerah.

Terbukti, tidak hanya di Solo di Papua Barat pun hingga saat ini pasokan bapok masih aman terkendali. Biasanya terjadi peningkatan permintaan bapok, yang dapat berdampak pada kenaikan harga. Untuk itu, perlu dilakukan langkah antisipasi khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal serta daerah penyumbang inflasi tinggi. Salah satunya, dengan meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Akan tetapi, pemerintah daerah agar bersiap menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok serta mencermati kondisi cuaca. Hal ini dilakukan dengan memantau dan melaporkan perkembangan harga harian bapok, khususnya beras secara intensif di pasar pantauan.

Berikutnya, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan hambatan distribusi bapok, seperti kerusakan jalan atau hambatan lain yang dapat mengganggu kelancaran distribusi. Selain itu, Pemerintah daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan jumlah stok bapok yang dimiliki pedagang di pasar pantauan, guna mengetahui perkiraan kebutuhan.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah koordinatif untuk menstabilkan harga bila terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran,” kata Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi dan Pemerintah Provinsi Papua Barat optimis menjelang Natal dan Tahun Baru.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Mendorong Ekspor Guna Menekan Defisit

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan sektor industri yang berorientasi ekspor. Upaya ini dinilai akan membenahi masalah struktural ekonomi…

Kemenperin Komit Wujudkan Industri Hijau

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri manufaktur di dalam negeri untuk dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup…

Kemendag Percepat Implementasi Teknologi CAS

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempercepat implementasi teknologi mesin penyimpanan produk hortikultura (controlled atmosphere storage/CAS) untuk akselerasi penerapan sistem…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

LG Chemical Ingin Terlibat Proyek Percontohan Motor Listrik

NERACA Jakarta - Perusahaan ternama Korea Selatan, LG Chemical ingin berpartisipasi dalam pilot project pengembangan kendaraan motor listrik di Tanah Air. Langkah…

AS Minat Investasi di RI Bidang Indsutri 4.0

Jakarta - Kementerian Perindustrian ikut aktif mendorong peningkatan investasi industri digital guna memperkuat struktur teknologi di dalam negeri, terutama dalam…

Kemenperin Siap Bangun ‘Material Center’ IKM Furnitur di Jepara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan membangun material center untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang menghasilkan produk…