Perdagangan Berjangka Komoditi Makin Menarik Buat Investor

NERACA

Jakarta - Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), sebagai salah satu bentuk investasi alternatif di Indonesia kian menarik perhatian para pengelola dana. Jumlah investor PBK pun terus meningkat seiring dengan signifikannya potensi keuntungan dari produk yang ditransaksikan di Bursa Berjangka.

Undang-Undang Nomor 10/2011 amendemen dari Undang-Undang Nomor 32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menyatakan bahwa PBK adalah segala sesuatu yang berkaitan jual beli komoditas dengan penarikan margin dengan penyelesaian kemudian berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, dan atau kontrak derivatif lainnya.

Presiden Direktur PT Mentari Mulia Berjangka Ofik Taufiqurohman mengatakan dalam hal ini komoditi merupakan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai subyek kontrak berjangka untuk derivatif syariah dan atau kontrak derivatif lainnya yang diatur dengan peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). "Komoditi yang ditransaksikan pun berbagai macam, mulai dari produk primer seperti produk pertanian, pertambangan, dan energi, hingga berbagai produk finansial seperti indeks saham dan mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan foreign exchange (forex)," tuturnya, di Jakarta, Kamis (5/12).

Agung Rihayanto menjabarkan bahwa saat ini PT Mentari Mulia Berjangka memiliki modal bersih yang disesuaikan mencapai 150% dari persyaratan. “Ini artinya perusahaan ini kredibel. Disamping itu, rata-rata lot transaksi mencapai 5.000 lot per bulannya dan dana nasabah yang disimpan mencapai Rp5 miliar,” jelasnya.

Semakin tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam PBK ditandai dengan tren lonjakan volume transaksi kontrak multilateral dan kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) baik di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) maupun Bursa Berjangka Derivatif Indonesia (BKDI) dalam beberapa tahun terakhir.

Data Bappebti menunjukkan transaksi BBJ dan BKDI pada 2016 mencapai tujuh juta lot atau meningkat 6,40 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2018, peningkatannya mencapai 25,20 persen atau menjadi 8,8 juta lot. Adapun volume transaksi kontrak berjangka pada Januari-Agustus 2019 tercatat sebesar 7,04 juta. "Jumlah itu diperkirakan terus meningkat seiring masifnya upaya sosialisasi dan edukasi terkait pilihan investasi PBK," ucapnya.

Untuk melihat lebih jauh potensi PBK dan sebagai upaya mengedukasi masyarakat, lanjut Ofik, Mentari Mulia Berjangka menyelenggarakan Indonesia Derivative Reach International Market Summit 2019. Panel diskusi tersebut membahas potensi pasar berjangka atau derivatif dengan beragam produknya pada 2020. Tidak hanya di Indonesia, potensi PBK di sejumlah negara Asia Tenggara pun terbuka. Apalagi, baik BBJ terus memperluas kerja sama dengan beberapa bursa berjangka luar negeri. Harapannya, investor asing akan semakin banyak masuk ke perdagangan berjangka dalam negeri.

"Mentari Mulia Berjangka bersinergi dan berkomitmen untuk terus melanjutkan edukasi tentang derivatif dan perdagangan berjangka demi mengembangkan potensi pasar derivatif di Indonesia hingga internasional. Kami berkomitmen membangun dan memperkuat SDM yang handal serta membuat inovasi baru dalam pelayanannya kepada nasabah," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Industri Estetika Semakin Berkembang, Miracle Kenalkan Tren E-Shape

  NERACA   Jakarta - Miracle Aesthetic Clinic Jakarta resmi meluncurkan tren pembentukan wajah terbaru, yaitu E-Shape. E-Shape adalah teknik…

Realme Rilis Buds Air dan Realme 5i

  NERACA Jakarta - Realme, merek teknologi smartphone di Indonesia, secara resmi melangkah ke ranah AIoT di Indonesia dengan meluncurkan…

SiCepat Ekspres Hadiahkan Paket Wisata kepada Pengguna Aktif

        NERACA     Jakarta - Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres memiliki program Jalan-Jalan SiCepat (JJS) sebagai bentuk…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Suara Ojek Online di Forum Ekonomi Bergengsi Dunia

  NERACA Jakarta – Forum pertemuan ekonomi bergengsi World Economic Forum (WEF) di kota Davos, Swiss, tahun ini menjadi berbeda…

Industri Estetika Semakin Berkembang, Miracle Kenalkan Tren E-Shape

  NERACA   Jakarta - Miracle Aesthetic Clinic Jakarta resmi meluncurkan tren pembentukan wajah terbaru, yaitu E-Shape. E-Shape adalah teknik…

Realme Rilis Buds Air dan Realme 5i

  NERACA Jakarta - Realme, merek teknologi smartphone di Indonesia, secara resmi melangkah ke ranah AIoT di Indonesia dengan meluncurkan…