Dongkrak Pendapatan, Semen Gresik Sinergis Dengan WIKA - Manfaatkan Proyek MP3EI

Neraca

Jakarta – Memanfaatkan potensi pertumbuhan infrastruktur dari proyek pemerintah melalui Masterplan Perluas dan Percepatan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), menjadi alasan bagi PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk mendongkrak capaian kinerja.

Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Sutjipto mengatakan, pertumbuhan infrastruktur yang tumbuh pesat menjadi peluang besar bagi Semen Gresik untuk memperkuat pasar. Hanya saja, cara ini akan dilakukan dengan kerjasama dengan PT Wijaya Karya Tbk, “Kerjasama kedua perusahaan ini untuk memperkuat pasar dengan target pertumbuhan 15-20%,”katanya di Jakarta, Kamis (12/4).

Menurutnya, dengan kerja sama ini, Semen Gresik akan mendapat pasar dan PT Wijaya Karya Tbk untuk mendapat sumber bahan baku pembuatan beton konstruksi dan proyek lainnya. Kerjasama ini dituangkan dalam perjanjian kerjasama atau Momerandum of Understanding (MoU) Semen Gresik dan Wijaya Karya.

Kata Dwi, seiring dengan MoU tersebut, pihaknya telah memerintahkan tim pemasaran Semen Gresik Grup (SGG) yang terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, di samping PT Semen Gresik sendiri, untuk mengutamakan pasokan ke WIKA yang kebutuhan semennya mencapai dua juta ton/tahun. "Kerja sama ini juga membuat kami memiliki pasar yang sudah pasti, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi SGG sebesar enam juta ton sampai akhir tahun," paparnya.

Asal tahu saja, sampai akhir 2011, total kapasitas produksi SGG mencapai 20 juta ton/tahun dan sampai akhir tahun 2012 ditargetkan akan bertambah produksi sebesar enam juta ton semen, seiring dengan penyelesaian pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jawa Timur) dan Tonasa, dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar tiga juta ton/tahun.

SGG, lanjut dia, juga berencana membangun dua pabrik baru lagi, diantaranya satu di Sumatera Barat, sedangkan satu lagi, pihaknya masih mencari lokasi terdekat dengan pasar semen yang besar. "Kami berharap kerja sama dengan WIKA itu tidak hanya terbatas pada aspek rantai pasokan, tapi juga pengembangan usaha lainnya ke depan, seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang besar," ujar Dwi.

Untuk itu SGG-WIKA membentuk tim guna menjajaki kemungkinan kerja sama lain, seperti pendanaan dan kerja sama pengembangan produk.

Dwi menargetkan dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur, pendapatan SGG naik di atas 15% dan mampu menguasai 44% pasar semen di Indonesia. Sebagai informasi, pada 2011 SGG membukukan pendapatan Rp16,38 triliun naik 14,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,34 triliun, dengan laba bersih Rp3,95 triliun atau naik 7,9% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp3,66 triliun.

Bidik Pendapatan Rp 9,4 Triliun

Sementara itu Dirut WIKA Bintang Perbowo menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 15-20%. Pihaknya optimis pelaksaaan MP3EI akan mendongkrak pertumbuhan BUMN di bidang konstruksi tersebut. "Kami menargetkan pada 2012 pendapatan bisa menembus angka Rp9,4 triliun dari sebelumnya Rp7,7 triliun," ungkapnya

Selama ini, kata dia, kebutuhan semen WIKA untuk produksi beton jadi maupun proyek lain yang membutuhkan pengecoran di tempat. Bintang berharap dengan kerja sama tersebut, ada kepastian pasokan semen untuk berbagai proyek yang dikerjakan WIKA.

Sampai Maret, WIKA sudah mendapat proyek sebesar Rp3 triliun dari target kontrak baru sebesar Rp16 triliun tahun ini. Lebih jauh, Dirut SGG Dwi Soetjipto mengatakan kerja sama SGG-WIKA tersebut juga akan memperkuat daya saing kedua perusahaan di tengah maraknya investor asing di bidang semen dan produk konstruksi masuk ke Indonesia, menyusul peningkatan pembangunan infrastruktur. "Kami berharap pembangunan infrastruktur yang meningkat di dalam negeri, bisa lebih banyak dinikmati perusahaan nasional," paparnya. (bani

Related posts