Prioritaskan Penyelesaian Perundingan Dagang Internasional - Niaga Luar Negeri

NERACA

Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan perkembangan terakhir tentang Regional Comprehensive Economic Partnership dan beberapa perundingan yang akan diprioritaskan untuk segera diselesaikan pada 2020.

Prioritas perundingan internasional tersebut, yaitu Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia—Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement, dan Indonesia—Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement. “Semoga apa yang diamanatkan dapat tercapai untuk meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia,” katanya di Jakarta, disalin dari laman Antara.

Sementara itu, dalam rangka mewujudkan visi dan misi Presiden di bidang ekonomi, Wamendag Jerry Sambuaga juga menyatakan kesiapannya dalam membantu Mendag. “Saya akan sepenuh hati melaksanakan arahan yang diberikan Mendag kepada saya dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI,” katanya.

Wamendag juga menyampaikan hasil kunjungan kerjanya ke Shanghai, Tiongkok, dalam rangka menghadiri pertemuan informal tingkat menteri Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Pertemuan tersebut bertujuan menghasilkan rumusan dalam mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12 yang akan digelar di Kazakhstan pada 2020. "Pada pertemuan tersebut, dibahas dua agenda, yaitu Possible Outcomes KTM WTO ke-12 dan Reformasi WTO. Pada kesempatan ini, Indonesia memperkuat komitmennya mendorong upaya reformasi WTO," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di Bangkok, menjelaskan bahwa isu perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menjadi hal penting yang diharapkan segera diselesaikan secara substansial tahun 2019 ini.

“Sayangnya, tidak banyak yang paham tentang perundingan RCEP. Padahal, ide dan konsep RCEP pertama kali digulirkan pada KTT ke-19 ASEAN tahun 2011 di Bali, Indonesia, saat Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011,” ungkap Mendag Agus.

ASEAN yang didukung oleh 6 negara mitra FTAs (Tiongkok, Korea, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan India) menyepakati Guiding Principle for Negotiating RCEP dan meluncurkan Perundingan RCEP pada KTT ke-21 ASEAN tahun 2012 di Kamboja.

RCEP diharapkan akan mendorong kemajuan industri negara-negara ASEAN dengan bergabungnya ASEAN dengan keenam mitra FTA ASEAN tersebut dalam rantai pasok kawasan (regional value chain) RCEP.

Indonesia ditunjuk sebagai Negara Koordinator dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo ditunjuk sebagai Ketua Komite Perundingan Perdagangan (<em>Trade Negotiating Committee/TNC) RCEP dan Ketua Perunding ASEAN. Perundingan putaran pertama dimulai pada Mei 2013.

“Karena perannya sebegai negara pencetus dan pengembang ide RCEP, Indonesia kemudian diusulkan menjadi Negara Koordinator dan Ketua Komite Perundingan RCEP sekaligus sebagai Ketua Perunding ASEAN,” jelas Iman Pambagyo saat mendampingi Mendag pada pertemuan tersebut.

Di bawah kepemimpinan Indonesia, lanjutnya, perundingan RCEP yang melibatkan 16 negara ini (10 negara ASEAN, Tiongkok, Korea, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan India) dipandang sangat penting dan diharapkan dapat menjadi penyeimbang bagi maraknya langkah proteksionisme yang terus bergulir akhir-akhir ini sehingga harus diselesaikan secara substantif tahun ini agar dapat ditandatangani tahun 2020.

Dengan jumlah populasi 48 persen dari populasi dunia dan dengan total PDB sebesar 32 persen dari PDB dunia, kawasan RCEP menjadi pasar yang besar dimana 29 persen perdagangan dunia berada di kawasan ini.

Selain itu, arus investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke kawasan ini mencapai 22 persen dari FDI dunia. Bagi Indonesia, RCEP menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi akses pasar ekspor produk unggulan dan masuknya arus investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi yang memanfaatkan kawasan sebagai tujuan ekspor dan sumber input bagi industri yang sedang tumbuh.

Menyelesaikan perundingan yang melibatkan 16 negara dari berbeda tingkat pembangunan ekonominya tidaklah mudah, kemajuan perundingannya sangat lambat karena ternyata di antara sesama negara mitra masih ada yang belum memiliki kerja sama FTA.

Dirjen Iman menambahkan bahwa RCEP merupakan Mega FTAs terbesar yang mencakup 9 kelompok kerja dan 7 subkelompok kerja sesuai dengan cakupan perundingan yang disepakati.

Adapun cakupan tersebut yakni perdagangan barang, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, standar dan kesesuaian, SPS, pengamanan perdagangan, jasa, investasi, kekayaan intelektual, niaga elektronik, kerja sama ekonomi dan teknis, pengadaan barang pemerintah, penyelesaian sengketa, finansial, dan telekomunikasi.

Menurut Iman, memimpin perundingan yang melibatkan 16 negara yang berbeda-beda tingkat pembangunan ekonominya.

BERITA TERKAIT

Ekspor Japfa Tembus Rp500 miliar

NERACA Jakarta – terus berkembangan iindustri peternakan dalam negeri dibuktikan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Tbk nilai ekspor sepanjang…

Usaha Mikro Kecil Siap Tingkatkan Ekspor

NERACA Jakarta - Pemerintah tengah berupaya keras agar koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) bisa memiliki daya saing tinggi…

Pertanian Pengungkit Ekonomi Daerah

Jakarta – Membangun ekonomi dari daerah tidaklah sulit, salah satunya yaitu dengan mendorong pertanian. Artinya dengan mendorong pertanian sama saja…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perda No.2 /2018 Memberatkan Pengelola Pusat Belanja

NERACA Jakarta - Berebapa pengelola pusat belanja mengaku merasa keberatan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2018 tentang…

Menggenjot Ekspor, Kemendag Akan Pimpin Misi Dagang ke Taiwan

NERACA Jakarta - Usai sukses dengan misi dagang ke beberapa negara tujuan ekspor sebelumnya, Kementerian Perdagangan kembali akan melakukan misi…

Transaksi Niaga Elektronik Memperkuat Akselerasi Peningkatan Ekspor Indonesia

NERACA Jakarta – Kemneterian Perdagangan (Kemendag) optimistis bahwa melalui trnasaksi niaga elektronik dapat memperkuat akselerasi peningkatan ekspor Indonesia, untuk itu…