Bukukan Pendapatan Rp 50,74 Miliar, Multifilling Siap Bagikan Dividen

Neraca

Jakarta – Persaingan ketat bisnis pengiriman jasa dan arsip semakin ketat, namun kondisi tersebut tidak membuat PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) kendor dalam mencatatkan kinerjanya. Pasalnya, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp50,74 miliar pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp43,98 miliar.

Direktur Utama PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) Sylvia L.F.K mengatakan, berkah pendapatan yang tumbug signifikan, perseroan berencanan membagikan dividen kepada pemegang saham, “Total dividen 2011 yang akan dibagikan sebesar Rp1,2 miliar atau 10,3% dari laba bersih 2011 dengan pembagian dividen Rp1,6 per saham,”katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kata Sylvia, pembagian dividen akan dilakukan pada 18 Mei 2012 dan sisa laba bersih akan digunakan untuk ekspansi usaha pada 2012. Asal tahu saja, perseroan telah mengganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 7 miliar yang rencananya akan digunakan untuk membangun gudang di Pekanbaru, Balikpapan dan Denpasar.

Sumber belanja modal sendiri berasal dari kas dan pinjaman perbanjan, kemudian sisa dari dana belanja modal juga akan digunakan untuk peremajaan IT guna memperlengkap pelayanan kepada konsumen. Soal kinerja keuangan, perseroan membukukan laba tahun berjalan Rp11,76 miliar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp10,97 miliar. Sementara kewajiban perseroan turun menjadi Rp24,70 miliar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp33,3 miliar. Aset perseroan naik menjadi Rp140,52 miliar pada 2011.

Tambah Pelanggan

Selain itu, PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk menargetkan dapat menambah 50 pelanggan pada 2012. Selama ini perseroan telah memiliki 368 pelanggan."Kami menargetkan 50 pelanggan pada 2012. Target terbesar berasal dari sektor keuangan,”kata Sylvia L.F.K.

Menurutnya, dengan penambahan jumlah pelanggan tersebut, perseroan menargetkan pendapatan sebesar 15% pada 2012. Sedangkan laba bersih diharapkan tumbuh menjadi Rp12 miliar pada 2012.

Selama ini pelanggan perseroan berasal dari sektor manufaktur dan pertambangan sebesar 28%, industri keuangan sebesar 37%, perdagangan 18%, dan telekomunikasi dan teknologi informasi sebesar 17%. Rata-rata kontrak pelanggan tersebut lebih dari 3 tahun. (didi)

Related posts