Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguat

Neraca

Jakarta – Pasca libur panjang perayaan paskah, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. Indeks diproyeksikan akan bergerak menguat di level 4. 166-4.210. Penguatan indeks ini dipengaruhi sentimen positif luar negeri.

Sebelumnya, menutup perdagangan Kamis kemarin, indeks BEI ditutup melemah menguat 32,338 poin (0,78%) ke level 4.166,374. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 6,287 poin (0,88%) ke level 718,668. Penguatan kemarin atas perburuan saham-saham lapis dua, terutama di properti. Sembilan sektor menguat, hanya sektor industri dasar yang masih terkena aksi ambil untung.

Tercatat transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 159,059 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.304 kali pada volume 8,985 juta lot saham senilai Rp 4,12 triliun. Sebanyak 160 saham naik, sisanya 84 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 900 ke Rp 74.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 58.050, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 44.250, dan Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 18.300, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 400 ke Rp 4.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 4.725, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 12.050.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat naik 22,133 poin (0,53%) ke level 4.156,169. Sementara Indeks LQ 45 menguat 4,347 poin (0,61%) ke level 716,728. Saham-saham unggulan di sektor agrikultur masih terkena tekanan jual. Sementara saham-saham unggulan lainnya secara perlahan mulai menguat.

Namun, penguatan kali ini atas perburuan saham-saham lapis dua, terutama di sektor infrastruktur dan perdagangan. Tujuh sektor mencolok di zona hijau, sisanya tiga masih terkena koreksi, yaitu agrikultur, industri dasar dan konsumer.

Dana asing masih belum berhenti 'ngacir' keluar dari pasar saham dalam negeri. Hingga siang kemarin, investor asing sudah melakukan penjualan bersih meski nilainya masih tipis. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 65.382 kali pada volume 3,54 juta lot saham senilai Rp 1,847 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 44.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 31.650, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 400 ke Rp 3.950, dan Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 5.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 550 ke Rp 18.450, Merck (MERK) turun Rp 500 ke Rp 147.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 22.350, dan SMART (SMAR) turun Rp 300 ke Rp 6.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 22,16 poin atau 0,16% ke posisi 4.111,95. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,84 poin (0,683%) ke level 707,75. "Bursa Asia pagi kembali dibuka melemah termasuk indeks BEI yang memfaktorkan sentimen negatif dari koreksi bursa global dan kurang suksesnya lelang obligasi Spanyol tadi malam," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, lelang obligasi Spanyol relatif tidak sukses hanya diserap sekitar 75% dari target dengan yield melonjak menjadi 4,3% dari lelang sebelumnya 3,3%. Potensi IHSG BEI melanjutkan pelemahan masih cukup kuat seiring dengan koreksi yang terjadi di bursa global, hal itu akan dijadikan alasan investor untuk melakukan ambil untung (profit taking).

Sementara, analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan sempat memperkirakan, pada perdagangan Kamis secara teknikal indeks BEI bergerak menguat terbatas, pada kisaran 4.060-4.160 poin. Dia mengatakan, saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan saham Kamis diantaranya Mayora (MYOR), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Nippon Indosari Corpindo (ROTI), Hexindo Adiperkasa (HEXA).

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 278,05 poin (1,34%) ke level 20.512,93, indeks Nikkei-225 turun 92,00 poin (0,94%) ke level 9.727,99 dan Straits Times melemah 0,78 poin (0,03%) ke level 2.984,19.(bani)

Related posts