PEHA Targetkan Rights Isue Digelar November

NERACA

Jakarta – Setelah mengantungi izin dari pemegang saham untuk menggelar penerbitan saham baru atau rights issue, PT Phapros Tbk (PEHA) memastikan aksi korporasi tersebut akan digelar pada November 2019. Dimana dalam pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai emisi Rp1,1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroana dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin

Anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 862,75 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp100. Pemegang saham yang berhak atas HMETD yakni pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 11 November 2019 pukul 16.00. HMETD ini diperdagangkan di Bursa dan dilaksanakan mulai 13 November 2019 hingga 20 November 2019.

Kata sekretaris perusahaan PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar, nilai emisi right issue sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,1 triliun. Sementara itu, harga pelaksanaan dan jumlah final saham yang akan ditawarkan akan diumumkan kemudian. Sebagai pemegang saham utama, PT Kimia Farma Tbk. telah memberikan uang muka setoran modal Rp395,95 miliar pada 28 Maret 2019, sebagai dukungan atas rencana right issue. Ini merupakan jumlah minimal pelaksanaan penambahan modal.

Phapros berencana menggunakan dana yang diperoleh dari hasil rights issue sekitar 50% untuk ekspansi organik maupun anorganik perseroan dan perusahaan anak, sekitar 20% untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek perseroan, dan 30% sisanya digunakan untuk memenuhi modal kerja perseroan. Emiten bersandi saham PEHA ini, tercatat memiliki utang jangka pendek sebesar Rp1,06 triliun per 30 Juni 2019.

Sebelumnya, Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, perusahaan farmasi ini akan menunjuk Danareksa Sekuritas sebagai lead underwriter dan 2 sekuritas BUMN lain yang turut bergabung. Direktur Keuangan Phapros Heru Heru Marsoni mengatakan, refinancing akan dilakukan terhadap utang jangka pendek sekitar Rp500 miliar, yang di antaranya akan jatuh tempo pada Oktober dan November.

Di semester pertama 2019, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar Rp552,11 miliar atau tumbuh 35,53% dibandingkan dengan penjualan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp407,37 miliar. Meski demikian, laba perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp47,75 miliar pada semester I/2019 atau turun 9,41% dibanding dengan Rp52,71 miliar pada semester I/2018.

Perseroan memiliki total aset senilai Rp1,91 triliun per 30 Juni 2019, naik 2,31% dibandingkan total aset per 31 Desember 2019 sebesar Rp1,87 triliun. Adapun, total liabilitas sebesar Rp1,17 triliun dan total ekuitas sebesar Rp745,54 miliar per 30 Juni 2019.Sementara beban pokok penjualan naik lebih tinggi sebesar 46,24%, dari Rp174,87 miliar pada semester I/2018 menjadi Rp255,73 miliar pada semester I/2019.Kenaikan juga diikuti beban penjualan sebesar 33,43%, dari Rp108,6 miliar pada semester I/2018 menjadi Rp144,91 miliar pada semester I/2019.Beban keuangan perseroan juga melonjak 176,50%, dari Rp12,3 miliar pada semester I/2018 menjadi 34,01% pada seemster I/2019.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…