Klaim Saham Garuda Laku, Dahlan Ngaku Tugasnya Selesai - Berpotensi Untung Rp2 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berpotensi meraup keuntungan sebesar Rp2 triliun seiring dengan menguatnya harga saham maskapai pelat merah tersebut dalam kurun waktu satu bulan. "Sejak saya pertama kali ikut memasarkan saham Garuda, maka kekayaan Garuda sudah naik Rp2 triliun," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/4).

Mantan direktur utama PLN ini menyatakan, pertama kali ikut membantu tiga sekuritas penjamin pelaksana emisi IPO Garuda, yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas guna menjual sekitar 2,46 miliar lembar saham pada 6 Maret 2012 lalu.

Saat itu, harga saham Garuda masih bertengger di level Rp570 per lembar. Garuda pernah mencapai harga tertinggi pada level Rp620 per lembar di pertengahan Maret 2011. Kendati demikian, Dahlan mengharapkan meningkatnya harga saham Garuda dapat memperbaiki kinerja perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, dia juga menyebutkan kalau tugasnya memasarkan saham Garuda telah selesai. Alasannya, terbukti sekarang saham maskapai beraset besar itu mengalami kenaikan. Dia mengharapkan para peminat dapat menghubungi ketiga sekuritas tersebut.

"Tugas memasarkan saham Garuda sudah selesai baik mengumumkan maupun memasarkan dan kalau ada peminat langsung berhubungan ke masing-masing sekuritas. Tidak perlu lapor saya," ujar dia. Dahlan mengaku sudah tidak lagi mensyaratkan harga pelepasan saham Garuda tak lagi 10% di atas harga pasar. Mengingat harga saham Garuda sudah membaik.

Dijelaskan Dahlan, nilai kapitalisasi saham Garuda Indonesia naik Rp 2 triliun. Ini seiring dengan peningkatan harga saham Garuda dalam waktu satu bulan ke belakang. Dia memperkirakan seiring menguatnya harga saham ini, para peminat 10,88% saham Garuda akan kewalahan. "Jadi, para peminat saham Garuda akhirnya mikir karena saham Garuda kok sekarang lebih mahal," tutupnya.

Jualan melalui pesan singkat

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/4), harga saham Garuda turun 20 poin (3,23%) ke Rp600 per lembar. Total market cap saham BUMN aviasi ini sebesar Rp13,58 triliun. Meski turun, pada satu bulan terakhir terlihat tren kenaikan harga saham Garuda.

Pada 9 Maret 2012 lalu, mereka menduduki posisi Rp58 per lembar. Bahkan, sahamnya sempat berada pada jurang terdalam pada 28 November 2011, yakni Rp400 per lembar. Perseroan nyaris belum pernah menyentuh harga IPO yang dilaksanakan pada Februari 2011, yakni Rp750 per lembar.

Sebelumnya telah diberitakan, menawarkan sisa saham Garuda Indonesia yang dimiliki tiga sekuritas BUMN ke lima pengusaha nasional. Dahlan memberikan penawaran lewat pesan singkat alias SMS. Dahlan menawarkan saham Garuda yang tak laku itu melalui pesan singkat ke lima orang kaya Indonesia, yaitu Sandiaga Uno, Rachmat Gobel, Chairul Tanjung, Anthony Salim, dan Nirwan Bakrie.

Namun, hingga kini Grup Bakrie dan Salim belum memberikan jawaban. Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp2,256 triliun. [ardi]

Related posts