Indonesia Minta Australia Kembangkan Peternakan Sapi

Level ODA Naik 0,5%

Senin, 14/03/2011

LevelODA Naik 0,5%

Indonesia Minta Australia Kembangkan Peternakan Sapi

NERACA

Jakarta - Australia serius meningkatkan kerjasama Official Development Assistance (ODA) dengan RI. Bahkan level ODA dinaikkan menjadi menjadi 0,5% atau sekitar A$5 miliar dari GNP Australia yang saat ini sekitar 0,2%-0,3%. “Berdasarkan rencana Australia untuk menaikkan level ODA menjadi 0,5% dari GNP-nya, maka nilai kerja sama dengan Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 2 kali lipat dari yang sekarang,” kata Armida kepada wartawan saat menjelaskan hasil kunjungannya ke Australia pada 1-5 Maret 2011, di Jakarta, 11/2.

Seperti diketahui, kerjasama setingkat Official Development Assistance (ODA) dikelola AusAid dan nilianya naik secara bertahap. “Australia memfokuskan kerja sama pembangunan di kawasan Asia-Pasifik, dengan Indonesia sebagai mitra terpentingnya,” tambahnya.

Salah satu kerjasama konkret terkait ODA, kata Armida lagi, soal ketahanan pangan dan menarik investor Australia untuk menanamkan investasinya dibidang pertenakan sapi. Misalnya, kegiatan impor sapi dari Australia yang selama ini dilakukan, pemerintah Indonesia menjajaki agar Australia berinvestasi peternakan sapi di sini. “Daripada kita impor sapi dari Australia, bagaimana caranya mereka mau turun berinvestasi peternakan sapi di Indonesia. Sudah diarahkan ke situ,” jelasnya

Lebih jauh kata Armida, pemantapan kerja sama pembangunan Indonesia-Australia ini merupakan salah satu hasil kunjungan kerja Menteri PPN/ Kepala Bappenas Armida ke Australia pada 1-5 Maret 2011 lalu yang juga memenuhi undangan resmi Pemerintah Australia melalui Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd.

Review kerja sama Indonesia-Australia yang baru saja dilakukan oleh panel independen, yang antara lain beranggotakan mantan Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Mr. Bill Farmer, menunjukkan hasil yang baik. “Dengan hasil review tersebut Pemerintah Australia bermaksud meningkatkan kerja sama dengan Indonesia,” terangnya.

Armida menyebutkan, hasil kunjungannya ke Australia juga menyepakati penjajakan kerjasama ketahanan pangan (food security) yang akan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Kita jajaki kerjasam peningkatan produktifitas pertanian,”ucapnya.

Selain itu, lanjut Guru Besar FE Unpad ini, penguatan kerjasama dalam economic growth and management yang menyangkut implementasi program reduced emission from deforestration and degradation (climate change) di Kalimantan dan Jambi. “Australia merupakan salah satu negara produsen paling besar dari beberapa komoditas pangan. Jadi, Australia memiliki keahlian di bidang pangan. Mereka punya teknologi yang kaitannya dengan pangan, termasuk juga peternakan,”jelasnya.

Di samping itu, kerja sama lain terus dilakukan, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Timur Indonesia. Kemudian direncanakan juga perkuatan kerjasama dalam pilar investing on people (pendidikan dan kesehatan) serta mengantisipasi perubahan iklim dan penanganan bencana alam untuk memitigasi daerah-daerah di Indonesia yang berisiko terjadi bencana alam.**ruhy