Proteindotama Cipta Pangan Ingin Tambah 325 Outlet Baru

 

 

NERACA

 

Jakarta – PT Proteindotama Cipta Pangan dengan tiga brand kulinernya di kategori ayam goreng seperti C’Bezt Fried Chicken, BFC Duo dan Aa Raffi Fried Chicken terus melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia. Marketing Manager PT Proteindotama Cipta Pangan Tri Indah Lestari menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan akan menambah 325 outlet baru terdiri dari 250 outlet untuk C’Bezt Fried Chicken dan BFC Duo dan 75 outlet untuk Aa Raffi Fired Chicken.

 

“Tahun ini kami sudah buka 35 outlet C’Bezt dan 40 outlet BFC Duo. Di tahun 2020 nanti, target kami akan membuka 100 outlet C’Bezt dan 150 outlet BFC Duo dan 75 outlet Aa Raffi Fried Chicken dengan sebaran di seluruh Indonesia,” kata Tari saat ditemui di Jakarta Convention Center, akhir pekan kemarin.

 

Menurut dia, strategi merupakan senjata terpenting dalam peperangan bisnis. Itulah sebabnya, jika suatu bisnis diharapkan mampu bersaing dengan kompetitor, maka bisnis tersebut harus memiliki strategi yang jitu. Karena strategi memegang peranan penting yang nantinya akan membawa bisnis tersebut menuju keberhasilan atau mungkin kegagalan.

 

Setidaknya prinsip itulah yang saat ini digenggam erat oleh PT Proteindotama Cipta Pangan untuk menumbuhkembangkan brand-brand yang ada di bawah naungannya sejak 2010 lalu yakni C’Bezt Fried Chicken, BFC Duo dan Aa’ Raffi Fried Chicken. Kini, sedikitnya tak kurang dari 2.000 gerai dari ketiga brand tersebut telah beroperasi di seluruh Indonesia.

 

Tri Indah Lestari mengatakan bahwa dalam pengembangan bisnisnya, Proteindotama telah mengkombinasikan antara strategi offline dan online. Karena menurut dia, perpaduan strategi inilah yang justru membuat perusahaannya itu semakin besar dan semakin diminati oleh calon investor. “Kalau secara digital, kami promosi di media online seperti beriklan di Franchiseglobal.com atau sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, Linkedin dan media online lain yang mendukung.

 

Sementara untuk media offline-nya, kami rajin ikut pameran franchise, press conference, mengadakan business matching dengan pelaku UMKM dan komunitas-komunitas bisnis, kerjasama dengan perusahaan swasta dan BUMN juga mengikuti kegiatan event dan bazaar,” ujarnya. Tari mengakui, melalui kombinasi strategi bisnis tersebut, pihaknya bisa menggaet calon investor dengan mudah. Terlebih, nilai investasi yang ditawarkan pun boleh dibilang masih cukup terjangkau dengan potensi omset yang menggiurkan dan balik modal yang relatif singkat.

 

Untuk bisa menjadi mitra C’Bezt Fried Chicken, Tari mematok nilai investasi di angka Rp195 juta untuk wilayah Jawa dan Jabodetabek. Nilai tersebut sudah termasuk franchise fee selama 5 tahun dan perlengkapan usaha. Sementara untuk BFC Duo senilai Rp75 juta untuk wilayah Jawa dan Jabodetabek, sudah termasuk franchise fee 2 tahun. “Nilai tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, pajak, perijinan, grand opening dan bahan baku awal. Tidak ada royalty fee ataupun manajemen fee dalam kerjasama ini,” tuturnya.

 

Dalam hitungan Tari, perkiraan omset yang bisa didapat mitra setiap bulannya bisa mencapai Rp110 juta untuk brand C’Bezt dengan balik modal sekitar 19 bulan. Sementara untuk omset BFC Duo bisa mencapai Rp90 juta setiap bulannya dengan balik modal kurang lebih 10 bulanan. Tari juga mengatakan, pihaknya telah didukung oleh sister company PT.Ciomas Adisatwa sebagai supplier utama bahan baku fried chicken. Sehingga, kata dia, pihaknya merasa yakin dengan pengembangan bisnis ini karena supplai bahan baku utama yang tetap akan terjaga dan aman untuk dikonsumsi.

 

BERITA TERKAIT

Peruri : Permintaan Pembuatan Paspor Naik Tiga Kali Lipat

    NERACA Jakarta – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mencatat lonjakan permintaan pembuatan paspor dalam negeri…

Jika BBM Naik, Inflasi Diprediksi Capai 2,5-3,5%

  NERACA Jakarta – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan inflasi di kisaran 2,5-3,5 persen pada tahun 2024…

Kemenhub Siap Fasilitasi Investasi Jepang di Proyek TOD MRT Jakarta

    NERACA Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya siap memfasilitasi investor dari Jepang untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Peruri : Permintaan Pembuatan Paspor Naik Tiga Kali Lipat

    NERACA Jakarta – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mencatat lonjakan permintaan pembuatan paspor dalam negeri…

Jika BBM Naik, Inflasi Diprediksi Capai 2,5-3,5%

  NERACA Jakarta – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan inflasi di kisaran 2,5-3,5 persen pada tahun 2024…

Kemenhub Siap Fasilitasi Investasi Jepang di Proyek TOD MRT Jakarta

    NERACA Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya siap memfasilitasi investor dari Jepang untuk pengembangan…