Ciptakan Nilai Ekonomi dari Daur Ulang Sampah Plastk - Lewat Gerakan Plastic Reborn

Pencemaran limbah atau sampah plastik di Indonesia kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan terhadap lingkunga. Hal ini tidak lepas buruknya pengelolaan sampah plastik hingga prilaku jelek masyarakat akan membuang sampah sembarangan. Bila hal ini tidak disikapi dan diatasi dengan serius, bahayanya akan seperti bom waktu terhadap lingkungan yang tentu saja merugikan generasi anak cucu kedepannya. Berangkat dari kepedulian akan isu sampah plastik dan pengeloaannya, Coca-Cola Indonesia melalui gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah mengajak masyarakat untuk ‘Berani Mengubah’ dengan mengenal isu sampah di kehidupan sehari-hari untuk membangun perilaku sadar mengelola sampah plastik yang dimulai dari diri masing-masing untuk mendorong pelaksanaan “Circular Economy” yang lebih baik di Indonesia.

Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah merupakan bagian dari upaya Coca-Cola Indonesia dalam usaha pencapaian terhadap komitmen World Without Waste. Plastic Reborn melihat pengelolaan sampah kemasan botol plastik dari sudut pandang circular economy, yaitu integrasi elemen-elemen pengelolaan sampah kemasan plastik mulai dari:collection-recyling-upcyling sehingga dapat menciptakan sebuah model bisnis baru, yang pada akhirnya akan memberikan nilai pakai kembali (second life) dari kemasan plastik bekas pakai ini.

Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Plastic Reborn bersama partner mengungkap data bahwa untuk di kota Jakarta sendiri, collection rate untuk plastik botol PET bekas pakai mencapai 69%.”Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 269 juta jiwa berperan penting dalam hal mempercepat penerapan “Circular Economy” terutama di kawasan Asia. Langkah Coca-Cola Indonesia melalui kegiatan Plastic Reborn pada dasarnya ingin mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai menjadi sebuah bahan baku yang memiliki potensi untuk menghasilkan dari segi ekonomi secara terus menerus.”kata Triyono Prijosoesilo.

Maka sebagai bentuk dukungan penerapan konsep ekonomi sirkular ini, Coca-Cola Indonesia melalui tiga pilarnya, yakni Design-Collect-Partner, memiliki komitmen untuk mendukung upaya pengumpulan dan mendaur ulang setiap plastik botol yang terjual dan dikonsumsi oleh masyarakat di tahun 2030. Di Indonesia, Coca-Cola menerapkan visi World Without Waste melalui inisiatif Plastic Reborn yang akan menjadi payung dalam berbagai inisiatif keberlanjutan dalam penanganan sampah plastik. “Kami yakin bahwa persoalan sampah dapat dikelola lebih baik terutama dengan adanya sinergi dari berbagai pihak.” ujar Triyono.

Asal tahu saja, total konsumsi plastik saat ini diprediksi sebanyak 5,66 juta metrik ton (millions of metric tons/MMT) dengan tingkat daur ulang plastik sebanyak 1,80 MMT.[1] Industri daur ulang seharusnya tidak akan mengalami kekurangan pasokan bahan baku jika pengelolaan sampah ditingkatkan.

Menyerap Tenaga Kerja

Sementara Sekretaris Jenderal Indonesian Plastics Recyclers (IPR) atau Perkumpulan Pelaku Daur Ulang Plastik Indonesia, Wilson Pandhika menambahkan, beberapa perusahaan daur ulang Indonesia telah mulai mengembangkan resin daur ulang bermutu tinggi untuk menjawab kebutuhan industri daur ulang. Meskipun industri ini menghadapi banyak tantangan, prospeknya positif dan ada gerakan yang tumbuh yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

Disampaikannya, pekerja di sektor industri kelola sampah telah menyerap jutaan pekerja. Banyak pihak yang bergantung pada industri daur ulang, salah satunya ialah pemulung, yang menggantungkan hidupnya pada tumpukan sampah plastik. Besarnya kebutuhan plastik menunjukkan bahwa peluang bisnis industri daur ulang sangat besar.”Potensi rupiah yang dihasilkan dari daur ulang plastik selama ini relatif baik dan menarik. Hal tersebut terlihat dari industri dan ekosistemnya yang telah ada lebih dari 30 tahun memberikan lapangan pekerjaan dan menghidupi banyak orang di Indonesia.” lanjut Wilson.

Disamping itu, industri minuman dan juga makanan yang terus tumbuh tentu juga menghasilkan pertumbuhan jumlah plastik kemasan bekas pakai yang semakin banyak. Terlebih kondisi saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang minim. Padahal, apabila industri daur ulang sebagai tahapan penerapan model ekonomi sirkular dapat dikelola lebih baik, kemasan plastik bekas pakai dapat terus dipertahankan nilainya serta dimaksimalkan penggunaannya.

Menurut Direktur Sustainable Waste Indonesia (SWI), Dini Trisyanti, pemerintah saat ini semakin giat memaksimalkan penerapan 3R (reduce, recycle, reuse) demi perbaikan pengelolaan sampah yang lebih baik di Indonesia. Tetapi secara hirarki, Reduce adalah prioritas pertama sebelum Reuse dan Recycle. Namun penerapan hirarki ini diluar konteks kesadaran individu, apalagi dalam bentuk kebijakan publik.

Dijelaskannya, pengolahan sampah plastik yang baik akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Karena dibalik kemasan plastik bekas pakai mampu meningkatkan kualitas hidup manusia. Langkah-langkah pengelolaan terpadu circular economy dalam pengelolaan sampah di Indonesia menggunakan prinsip 3R (reduce-reuse-recycle) dapat menjadikan plastik kemasan bekas pakai memiliki hidup kedua serta menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang. Maka tidak heran bila pandangan umum terhadap kemasan plastik bekas pakai adalah bagian dari sampah, namun bagi sebagian pihak " “sampah” ini adalah bagian dari pendapatan untuk kehidupan mereka.

BERITA TERKAIT

Selamatkan Teluk Jakarta - Ancol Jernihkan Air Laut Lewat Restorasi Kerang Hijau

Isu lingkungan yakni pencemaran air laut dari sampah plastik masih menjadi perhatian besar karena Indonesia menjadi negara peringkat kedua dengan…

Indocement Bantu Masyarakat Atasi Krisis Air Bersih

Air menjadi sumber kebutuhan hidup manusia, namun tidak semua masyakat Indonesia memiliki sumber akses air yang layak dan bahkan masih…

IndiHome Digital Learning - Telkom Fasilitasi Pemerataan Kualitas Pendidikan di Papua

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi milenial Papua. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI CSR

Menjaga Eksistensi Warisan Nenek Moyang - Festival Pesona Lokal Membawa Cerita di Masa Kecil

Bandung Paris Van Java atau Paris dari Jawa adalah sebutan yang tidak asing lagi untuk menggambarkan kota Bandung yang terkenal…

Peduli Budaya Suku Pedalaman - Menteri BUMN Berikan Bantun Peletarian Suku Badui

Pesatnya dan majunya perkembangan zaman, tidak membuat eksistensi suku Badui sebagai suku terdalam di Lebak, Banten ikut punah. Bahkan sebaliknya,…

Bank Muamalat dan BMM Renovasi Rumah Warga Sukabumi

Rumah sebagai tempat tinggal atau berlindung merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, namun seiring dengan membengkaknya harga tanah tiap tahunnya membuat…