Menguji Efektivitas “Super Deduction Tax”

Oleh: Nailul Huda, Peneliti INDEF Peran inovasi dan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi sangat vital mengingat kondisi perekonomian saat ini yang berkembang dengan pesat dan cepat. Inovasi dan teknologi membantu perekonomian dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam konteks tersebut, inovasi, termasuk penelitian dan pembangunan (litbang), menjadi potensi pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Dalam studi mereka di negara-negara Uni Eropa baru, Freimane dan Balina (2016) menemukan bahwa pengeluaran R&D menimbulkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam PDB riil per orang. Untuk meningkatkan penelitian dan inovasinya di tingkat nasional, Cina membentuk badan-badan terkait penelitian dan inovasi dan telah dilakukan sejak reformasi dan dibuka pada akhir 1970-an. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa peningkatan pengeluaran litbang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Pengeluaran riset dan pembangunan di Indonesia masih kalah dengan negara-negara yang relatif mempunyai perekonomian yang lebih baik. Rasio pengeluaran riset dan pembangunan terhadap PDB di Indonesia hanya 0,24% pada 2017. Angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan Korea Selatan, Jepang, China, India, serta negara-negara tetangga. Korea Selatan mempunyai rasio pengeluaran riset dan pembangunan terhadap PDB sebesar 4,55%. Maka dari itu, perkembangan ekspor barang-barang dengan teknologi tinggi sangat besar di Korea Selatan. Perusahaan seperti Samsung mampu menjadi pemimpin di pangsa ponsel pintar di dunia. Begitu juga dengan China yang akhir-akhir ini mengembangkan inovasi dan teknologinya. Porsi rasio pengeluaran riset dan pembangunan terhadap PDB di China mencapai 2,13%. Dampaknya produk-produk berteknologi dari China bisa diekspor ke seluruh dunia termasuk perusahaan-perusahaan ponsel dari China seperti Xiaomi dan Huawei. Dalam pembangunan rasio pengeluaran riset dan pembangunan terhadap PDB, masing-masing negara mempunyai strategi masing-masing. Salah satu strategi yang paling banyak digunakan adalah pemberian insentif pajak di bidang riset dan pembangunan. China merupakan negara yang paling banyak memberikan insentif pajak di bidang riset dan pembangunan. China mempunyai tiga strategi yaitu super deducation tax incentives, reduced tax rates, dan tax allowance. Setelah itu, India, Malaysia, dan Vietnam dengan dua strategi. Super deducation tax incentives merupakan strategi insentif pajak yang paling banyak digunakan. Setidaknya ada China, India, Malaysia, dan Singapura yang menggunakan strategi ini. Sedangkan Thailand menggunakan strategi deducation tax incentives dimana pemberian insentifnya lebih kecil dari super deducation tax incentives. Indonesia sendiri hanya memiliki kebijakan tax credits. Kebijakan super deducation tax incentives di Indonesia baru akan ditetapkan pada tahun ini. Kebijakan insentif perpajakan di bidang riset dan pembangunan ini mudah-mudahan mempunyai dampak positif dan signifikan terhadap rasio pengeluaran riset dan pembangunan. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi bisa diakselerasi lebih cepat dengan adanya peran swasta dalam bidang riset dan pembangunan di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Darurat Karhutla

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya     Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Defisit APBN dan Transaksi Berjalan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kebijakan industri atau kebijakan apapun yang berorientasi pada kebutuhan jangka panjang memerlukan…

Keistimewaan LKMS

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Banyak orang yang masih gamang dan tak tahu tentang lembaga keuangan mikro syariah (LKMS),…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Tata Kelola Keuangan Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Animo masyarakat untuk mengembangkan praktik ekonomi syariah sangat besar, hal ini dengan ditandai…

Darurat Karhutla

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya     Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Defisit APBN dan Transaksi Berjalan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kebijakan industri atau kebijakan apapun yang berorientasi pada kebutuhan jangka panjang memerlukan…