Konsumsi Ikan Disebut Mampu Atasi Masalah Gizi Buruk Nasional

NERACA

Garut - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan sosialisasi Peogram Gemar Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah. Upaya ini dilakukan sebagai wujud mendongkrak konsumsi makan ikan domestik. Selain itu juga konsumsi ikan mampu mengatasi masalah gizi buruk yang melanda di beberapa daerah di Indonesia.

Hal itu ditegaskan oleh Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, saat melakukan kunjungan di Garut, Jawa Barat, Rabu 8 Agustus 2019, bersama dengan perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan) DPR RI dan BPK RI, menurutnya, konsumsi ikan sangat penting dalam hal pemenuhan gizi untuk mengurangi angka stunting, dimana saat ini baru 3 Provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Mengingat Provinsi Jawa Barat belum terlepas dari masalah stunting, maka kegiatan Safari Gemarikan harus terus diadakan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. “Dengan mengkonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk, makanya kami akan terus mengajal masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut ini,” tegasnya.

Mengingat angka konsumsi ikan Kabupaten Garut pada tahun 2018 sebesar 20,70 kg/kapita masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 kg/kapita, bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional sebesar 50,69 kg/kapita. “Bukan hanya Garut masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah, makanya kami nanti kami akan hadir disana,” paparnya.

Apalagi menurut dia, di tengah pertambahan penduduk yang semakin meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan yang harus dipenuhi. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional makanya ketersediaannya harus mencukupi baik perikanan tangkap maupun hasil budidaya. “ Salah satu kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking dengan menebar benih ikan nilem seperti yang baru saja dilakukan di Situ Bagendit ini,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebutkan bahwa ikan menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak anak yang saat ini jumlah mencapai 400 ribu jiwa dari total jumlah penduduk Garut yang mencapai angka 2,7 juta jiwa. “Bila ini terus dilaksanakan maka akan tercipta generasi emas pada tahun 2045 mendatang,”katanya.

Rudy Gunawan juga mengklaim dengan program dan bantuan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat telahberhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut turun sebesar 2% dari 11,27% tahun 2017 menjadi 9,27% pada tahun 2018. “Kontribusi bantuan yang diberikan pusat untuk garut sangat besar terutama untuk penurunan angka kemiskinan,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota IV BPK RI, H. Rizal Djalil, menyampaikan bahwa KKP dan Kementan merupakan kementerian yang mempunyai daya ungkit yang signifikan untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat. “Kami siap mengawal agar setiap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pula, KKP memberikan bantuan berupa Bantuan KKP yang menyentuh langsung masyarakat Garut adalah pemberian bantuan kapal< 5 GT dan alat penangkapan ikan Gillnet, untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap dengan mengutamakan kelestarian sumber daya ikan melalui penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Selain itu juga diberikan bantuan berupa sarana distribusi dan system rantai dingin untuk mempertahankan mutu kesegaran ikan yang diberikan dalam bentuk kendaraan berpendingin, chest freezer dan ice flake machine.

BERITA TERKAIT

Sika Indonesia Resmikan Pabrik Ketiga di Cibitung

NERACA Bekasi – Perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri, Sika semakin mengukuhkan bisnisnya di Indonesia dengan meresmikan pabrik ketiga…

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sika Indonesia Resmikan Pabrik Ketiga di Cibitung

NERACA Bekasi – Perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri, Sika semakin mengukuhkan bisnisnya di Indonesia dengan meresmikan pabrik ketiga…

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…