Program Konversi BBG Dimulai April

NERACA

Jakarta--- Pemerintah segera memulai program percepatan konversi bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi pada April 2012 . Sementara ketersediaan gas untuk pengembangan BBG juga sudah mencukupi. "Konversi BBM ke BBG ini harus dimulai. Sebenarnya, sudah dari dulu direncanakan, tapi memang belum berjalan. Bulan depan, akan dimulai," kata Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Kamis,29/3

Menurut Jero, pemerintah akan membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan menyediakan alat konverternya di wilayah Jawa dan Bali. sementara ini di Kementerian ESDM sudah sebanyak 500 mobil memakai BBG. Terkait pengadaan alat konverter, selama belum dicukupi dari dalam negeri, akan dilakukan melalui impor.

Lebih jauh kata Jero lagi, Kementerian ESDM saat ini sudah mendapat alokasi anggaran sekitar Rp2 triliun untuk pengembangan BBG di Jawa-Bali pada 2012. Dana tersebut akan masuk pos belanja Kementerian ESDM dalam APBNP 2012. Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati pemberian subsidi BBG jenis gas cair (LGV) pada 2012 sebesar Rp1.500 per liter.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo menambahkan, pemerintah segera menunjuk PT Pertamina (Persero) membangun infrastruktur gas berupa SPBG dengan alokasi anggaran senilai Rp2 triliun tersebut. :Penugasan ini akan disiapkan payung hukumnya melalui perpres BBG," tambahnya

Dikatakan Jero, dana Rp2 triliun tersebut digunakan membangun 54 SPBG jenis gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan 108 SPBU yang menjual gas cair untuk kendaraan (liquified gas for vehicles/LGV) di Jawa-Bali. Perincian SPBG CNG adalah Jakarta 35 unit, Jabar 5 unit, Banten 2 unit, dan Jatim 13 unit. Saat ini sudah terdapat delapan SPBG CNG di Jakarta dan satu di Surabaya.

Sementara, rencana pembangunan SPBLGV di Jawa Bali pada 2012 meliputi Jakarta (16), Jabar (15), Banten (11), Jateng (25), DIY (4), Jatim (32) dan Bali 5. Jumlah SPBLGV yang ada sebanyak 10 di Jakarta. Selain SPBG, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan menyediakan alat konverternya. Rencananya, akan disediakan 14.000 alat konverter CNG dan 10.000 LGV dengan harga per unit Rp15 juta atau alokasi dananya sekitar Rp400 miliar.

Menurut Evita, di luar dana Rp2 triliun, pemerintah juga sudah mempunyai alokasi Rp964 miliar dalam APBN 2012 yang sebagian besar untuk BBG. Rinciannya, sekitar Rp300 miliar untuk pengadaan konverter kit dan bengkel, sekitar Rp200 miliar untuk SPBG CNG, dan sisanya dialokasikan untuk pengawasan BBM bersubsidi melalui BPH Migas.

Pemerintah juga sudah menyiapkan pasokan gas bumi sebesar 32,8 juta kaki kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan SPBG CNG di Jawa-Bali pada 2012. Perkiraan kebutuhan gas tersebut adalah Jakarta, Banten, dan Jabar 26,1 MMSCFD dan Jatim 6,7 MMSCFD. Sementara kebutuhan LGV 2012 berjumlah 681 ton per hari. **cahyo

Related posts