RFB Catatkan Volume Transaksi Naik 10,5%

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 10,5% dan penguasaan pangsa pasar perseroan Berjangka di Bursa Berjangka Jakarta mencapai 17,89%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata CEO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya, tercatat transaksi di semester pertama sebanyak 680.141 lot. Dengan pencapaian tersebut, perseroan tetap berada di urutan pertama dari seluruh perusahaan pialang berjangka yang terdaftar di Bursa Berjangka Jakarta.”Sepanjang 6 bulan pertama, kami tumbuh moderat dan masih menempati posisi teratas di industri, kendati kondisi perekonomian masih sedikit melambat,"ungkapnya.

Selain itu, total volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) masih menjadi pendorong utama kinerja dengan kontribusi mencapai 78,67 %, dan mengalami kenaikan sebesar 23,02% menjadi 535.069 lot. Sementara itu, total volume transaksi multilateral sepanjang semester I/2019 terkoreksi sebesar 19,65% menjadi 145.072 lot dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 180.556 lot.

Di sisi lain, sepanjang semester I/2019, total nasabah baru RFB juga berhasil meningkat 29,14% atau sebanyak 1.693 nasabah baru dibandingkan semester pertama tahun lalu. Dengan pencapaian tersebut, Teddy juga mengaku optimistis pihaknya akan mencapai target volume transaksi sebanyak 1,5 juta lot hingga akhir 2019.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menartargetkan total volume transaksi sebesar 1,5 juta lot yang terdiri dari 1,1 juta lot untuk volume transaksi bilateral, dan 400 ribu lot untuk volume transaksi multilateral. Realisasi angka tersebut akan didukung dengan pengembangan infrastruktur dan ekspansi Sumber Daya Manusia dengan penambahan jumlah dan skill marketing di setiap cabang.

Saat ini RFB memiliki 10 kantor yang tersebar di Jakarta (2 kantor), Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Yogyakarta. Teddy mengatakan bahwa harapan dan peluang masih terbuka luas untuk pertumbuhan pasar Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di tahun ini, meski akan digelar pesta demokrasi pada April nanti.

Potensi terjadinya dinamika pada harga-harga komoditas itu pasti, namun pasar akan tetap stabil. Karena, beberapa permintaan komoditas seperti kopi dan emas diprediksi masih tetap akan tinggi. Sementara untuk produk investasi sistem perdagangan alternatif (SPA), seiring membaiknya pasar finansial global, maka tingkat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara termasuk Indonesia optimistis masih tumbuh positif sehingga daya kemampuan berinvestasi pun mengalami peningkatan.

BERITA TERKAIT

PTPP Catatkan Kontrak Baru Rp 14,81 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan bulan ke-6 tahun ini, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp.…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 2%

NERACA Palembang – Sepanjang semester I/2019, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530 ton menjadi…

Gelar Islamic Tourism Expo - BNI Syariah Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

NERACA Jakarta – Masih besarnya potensi wisata halal di dalam negeri, menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Maka dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…