Perpustakaan dan Pengarsipan Menjadi Pusat Peradaban

Perpustakaan dan Pengarsipan Menjadi Pusat Peradaban

NERACA

Jakarta - Deputi Bidang Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mego Pinandito mengatakan perpustakaan merupakan pusat peradaban manusia yang mengandung memori dan informasi mengenai perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu.

"Perpustakaan serta kegiatan pengarsipan memberikan gambaran umum evolusi pemikiran manusia, penemuannya, dan apa yang telah dihasilkan untuk masyarakat," kata Mego dalam seminar "Indonesian Heritage and Library Collection" di Auditorium LIPI, Jakarta, Selasa (25/6).

Dalam rangka meningkatkan pemahaman publik mengenai kegiatan pengarsipan koleksi sejarah Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde (KITLV) Jakarta or the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies mengadakan seminar "Indonesian Heritage and Library Collection".

Kegiatan seminar bersama pameran koleksi arsip "Treasures of the Asian Library at Leiden University" juga merupakan bagian kegiatan perayaan ulang tahun ke-50 Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde (KITLV) Jakarta di Indonesia.

Pameran koleksi arsip itu akan menampilkan sejumlah ilustrasi, peta, gambar, dan manuskrip dari koleksi-koleksi Indonesia, Jepang, Cina, dan India yang dihimpun oleh The Asian Library, Hortus Botanicus Leiden, Japan Museum SieboldHuis, dan Museum Volkenkunde dari Leiden University Libraries.

Mego mengatakan perpustakaan dan koleksinya memiliki peran khusus sebagai pusat memori dan sumber informasi untuk perencanaan, analisis, pengembangan, perumusan kebijakan, hingga pengambilan keputusan.

Menurut Mego, kegiatan perpustakaan dan pengarsipan koleksi sejarah saat ini tidak lagi sekadar merawat serta mempertahankan koleksi namun juga menyebarluaskan informasi yang terdapat di perpustakaan yang dapat diakses publik secara digital.

"Selain dituntut mampu melakukan menjaga dan mempertahankan koleksi, tantangan saat ini adalah bagaimana publik dapat mengakses dan memanfaatkan koleksi-koleksi bernilai sejarah,” tutur dia.

LIPI terus meningkatkan kualitas mendokumentasikan arsip informasi ilmiah dan menyediakan akses kepada publik melalui mekanisme digitalisasi."Pengambilan informasi sekarang difasilitasi oleh jaringan internet yang menyediakan akses ke arsip digital yang dapat diunduh dari aplikasi yang dimiliki oleh perpustakaan," ujar dia.

Saat ini, Leiden University Libraries merupakan institusi yang menyimpan koleksi sejarah Indonesia terlengkap di dunia. Sebagai bagian dari Leiden University Libraries, KITLV-Jakarta pada 2019 merayakan keberadaannya yang ke-50 tahun di Indonesia.

Sejak 2002, LIPI dan KITLV telah melakukan kegiatan kerja sama berdasarkan persetujuan kebudayaan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda yang dimulai pada 1968.

Beberapa cakupan kerja sama tersebut antara lain proyek penelitian ilmu sosial dan kemanusiaan, terjemahan dan penerbitan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia, kerja sama dokumentasi ilmiah, serta penyelenggaraan seminar dan diskusi ilmiah.

Director of KITLV-Jakarta and Office of Leiden University in Indonesia Marrik Bellen mengatakan KITLV-Jakarta merupakan bagian dari KITLV sebagai institusi Kerajaan Belanda untuk kajian Asia Tenggara dan Karibia.

Dia berharap peningkatan kerja sama dengan LIPI di masa mendatang di berbagai bidang."Aktivitas di Jakarta berkaitan erat dengan kegiatan di kantor pusat KITLV di Belanda meliputi kerja sama akademik, publikasi ilmiah serta akusisi,” tutur dia. Ant

BERITA TERKAIT

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara NERACA Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan masyarakat yang menjalankan…

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945   NERACA Jakarta - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengingatkan eksekutif dan legislatif…

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Pusat Keanekaragaman Hayati ASEAN (ASEAN Center for Biodiversity/ACB) Dr…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

MPR Ingin Perkuat KPK Berdasarkan Azas dalam Pancasila

MPR Ingin Perkuat KPK Berdasarkan Azas dalam Pancasila   NERACA Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau akrab…

Mantan Komisioner KPK Saut Situmorang Gagas Rumah Bhinneka

Mantan Komisioner KPK Saut Situmorang Gagas Rumah Bhinneka   NERACA Jakarta - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 Saut Situmorang menggagas…

BPK dan Pemerintah Bahas Dampak COVID-19

BPK dan Pemerintah Bahas Dampak COVID-19  NERACA Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) bersama Pemerintah membahas dampak pandemik COVID-19…