Pasar Timah Indonesia Dihambat Asing

NERACA

Jakarta—Keberadaan pasar timah Indonesia (PTI) terkendala. Alasanya ada dugaan investor asing “bermain” sejumlah pengusaha smelter timah di Bangka Belitung (Babel) untuk menjual produknya melalui Pasar Timah Indonesia. “Dari mana pasir timah mereka jika bukan dari kita?,” Ketua Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) Herman Afif Kusumo di Jakarta,27/3

Padahal dengan terbentuknya pasar timah di Indonesia, kata Herman lagi, akan menguntungkan pengusaha smelter. Namun ternyata para pengusaha smelter lebih senang menjual produknya ke Malaysia dan Singapura.

Lebih jauh Herman menjelaskan, pembentukan pasar timah Indonesia memiliki tujuan yang jelas, yaitu demi kepentingan nasional. Dia menduga, jika ada pengusaha smelter yang menolak menjual produknya melalui pasar timah Indonesia yang digagas pada Desember 2011 lalu, menunjukkan bahwa mereka memiliki kepentingan lain yang berbeda dengan kepentingan nasional.

Sebagaimana diketahui saat ini pasar timah Indonesia masih bergabung dengan Indonesian Commodity Derivative Exchange (ICDX). Ini merupakan langkah awal untuk membentuk pasar timah Indonesia yang mandiri. “Untuk membentuk pasar timah di Indonesia, diperlukan sejumlah persiapan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur lainnya,” ungkap Wachid Usman yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bangka Tin Market atau Pasar Timah Indonesia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM bidang Mineral Batu Bara Thabrani Alwi menilai pemerintah melalui Kementerian perdagangan sangat mungkin mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) perdagangan yang mewajibkan semua pengusaha timah menjual produknya melalui pasar timah Indonesia. “Seperti yang dilakukan Kementerian ESDM dengan mengeluarkan Permen ESDM No 7 tahun 2012, yang melarang seluruh perusahaan tambang mengekspor bahan mentah,” ujar Thabrani yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk. **cahyo

Related posts