IMAS Perkuat Bisnis Sewa Kendaraan dan Logistik - Siapkan Capex Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan bisnis sewa kendaraan dan logistik, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) akan perbanyak armada truk dengan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sekitar Rp 3 triliun. Belanja modal ini hampir sama dengan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 3,06 triliun.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidojo mengatakan, lebih dari 80% capex ini akan digunakan untuk bisnis sewa kendaraan dan logistik. "Untuk membeli truk lalu digunakan untuk pengangkutan,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Namun sayangnya, perseroan belum bisa merinci jumlah\truk yang akan dibeli.

Capex tersebut berasal dari modal perusahaan dan pinjaman yang berupa sindikasi, obligasi, dan pinjaman bilateral. Tahun ini, IMAS menargetkan bisa mendapatkan fasilitas sindikasi dengan nilai Rp 300 miliar. “Jadi kita tawarkan ke banyak sekali bank, sekitar 15 sampai 20 bank. Biasanya saya tawarkan ke Singapura, Jepang, Tokyo, dan Taipei,” ungkap Jusak.

Perseroan menyakini, penambahan armada akan mampu mengerek pertumbuhan pendapatan. Pasalnya. peluang bisnis logistik cukup menjanjikan. Alasannya, Indomobil Sukses Internasionalmenyasar pengangkutan atas barang kebutuhan sehari-hari dari bisnis ke bisnis. Menurut dia, permintaan barang kebutuhan sehari-hari tetap stabil. Dengan begitu, permintaan untuk pengangkutan barang tersebut juga akan relatif stabil.

Tahun ini, IMAS juga berencana menambah jaringan outlet bisnis jasa service purna-jualnya. Indomobil Sukses Internasionalmenargetkan bisa membuka lebih dari sepuluh outlet baru di berbagai daerah, baik di Jawa dan luar Jawa. Indomobil Sukses Internasional juga akan fokus menggarap bisnis SPBU mini dengan merek dagang Mobil, hasil kerja sama dengan penghasil minyak ExxonMobil. “Sebelumnya masih dalam tahap uji coba dan sukses. Sebentar lagi kami akan meningkatkan jumlahnya,” kata dia. Sayangnya, ia belum bisa merinci jumlah SPBU mini yang akan dibangun tahun ini. Sejauh ini, sudah ada sebanyak 30 SPBU yang tersebar di Jawa Barat.

Langkah pengembangan pada berbagai lini bisnis di atas bukan tanpa alasan. Jusak menilai, pasar kendaraan bermotor tidak berkembang pesat. Meskipun begitu, lini bisnis tersebut masih mendominasi portofolio pendapatan IMAS. Per 2018, bisnis kendaraan mencakup 54% dari total pendapatan Indomobil Sukses Internasionalyang sebesar Rp 17,55 triliun. Sementara itu, bisnis sewa kendaraan dan logistik mencakup 8,1%, bahan bakar dan pelumas 4,5%, serta jasa service 3,2%.

Per kuartal-I 2019, realisasi capex Indomobil Sukses Internasional sudah mencapai Rp 1,41 triliun. Angka ini naik 132,9% dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 601 miliar. Sebanyak Rp 1,3 triliun digelontorkan ke lini bisnis kendaraan seperti rental dan logistik. Sementara Rp 110 miliar diperuntukkan ke lini bisnis non-kendaraan. Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga memutuskan untuk menebar dividen sejumlah Rp13,86 miliar atas laba bersih perseroan 2018.

Disebutkan, jumlah tersebut disetujui untuk dibagikan kepada 2,76 miliar saham atau persahamnya sebesar Rp5. Adapun, sisa laba bersih 2018 perseroan ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai modal kerja emiten berkode saham IMAS tersebut. Jusak mengatakan bahwa modal tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat anak usaha perseroan dalam mengembangkan bisnis logistiknya pada tahun ini. “Ekspansi bisnis lebih banyak ke logisitik. Belanja modal kami [tahun ini] lebih dari 80% ke situ,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Digitalisasi Dorong Pengembangan Bisnis UKM

    NERACA   Jakarta - Indonesia sudah memasuki era digitalisasi, era disrupsi, serba mudah dan instan, atau kekinian. “Bagi…

Penerimaan Pajak, Investasi, dan CAD Jadi Momok Ekonomi

Oleh: Djony Edward Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan menolak pengajuan sengketa hasil Pilpres 2019. Dengan demikian Presiden Jokowi dan Wakil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…