Sequis Luncurkan Produk Asuransi dengan Perlindungan Hingga Rp90 miliar

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sequis Life meluncurkan produk asuransi kesehatan dengan perlindungan hingga Rp 90 miliar per tahun yang diberi nama Sequis Q Infinite Medcare Rider (SQIMC). Presiden Direktur dan CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja mengatakan bahwa Sequis senantiasa mendorong masyarakat Indonesia untuk hidup sehat dan memiliki perlindungan asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Sebagai bukti komitmen melindungi hari esok masyarakat maka Sequis memperkenalkan Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC), produk asuransi kesehatan tambahan yang memberikan perlindungan kesehatan hingga Rp90 miliar/tahun dengan fasilitas perawatan VIP dan VVIP/1 tempat tidur di seluruh dunia (tergantung plan). Terdapat 4 pilihan plan rawat inap di wilayah Indonesia atau luar negeri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang beragam dan memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh hingga usia 100 tahun,” imbuh Tatang di Jakarta, Senin (18/6).

Katanya, selain memberikan batas tahunan yang sangat tinggi SQIMC juga memiliki 3 manfaat spesial, yaitu manfaat pengobatan tradisional Tiongkok, terapi okupasi, dan terapi wicara. Produk ini, kata Tatang, memang dibutuhkan kepada generasi milenial. Apalagi, belum semua dari 32 persen milenial Indonesia yang tersentuh produk asuransi. Dengan hadirnya produk baru ini, Tatang berharap milenial juga bisa memiliki produk asuransi yang cocok. Sebab, jika dilihat dari penjualan produknya sejak soft launching 2 bulan lalu, Sequis telah berhasil mendapat Rp 70 miliar dari SQIMC.

Terkait kinerja keuangan perseroan, ia menyebut secara konsolidasi total pendapatan premi bruto sebesar Rp 859,5 miliar pada Maret 2019. Nilai ini tumbuh 0,7% secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi Maret 2018 senilai Rp 853,5 miliar. "Kuartal pertama 2019 secara profit bagus tapi jualan bisnis (premi) tidak begitu baik. Karena kita hadapi pemilu ada gangguan pada penjualan. Namun pada kuartal kedua, menunjukkan terjadinya akselerasi penjualan. Tahun ini kita akan fokus pada produk ke unitlink," ujar Tatang.

Tatang menargetkan sepanjang tahun ini, Sequis mampu menghimpun pendapatan premi hingga 14% dari pencapaian premi tahun 2018. Adapun laba bersih senilai Rp289,86 miliar. Nilai laba ini tumbuh 283,82% dari pencapaian tahun lalu Rp 85,55 miliar. Pada kuartal pertama tahun ini, Sequis Life juga mencatat pembayaran Klaim dan Manfaat sebesar Rp211,28 miliar dengan proporsi Klaim Kesehatan sebesar 42%, Klaim Kematian sebesar 20%, dan Manfaat Jatuh Tempo dan Dana Tunai sebesar 38%.

Tatang mengatakan linerja keuangan Sequis Life di sepanjang tahun 2018, tercatat stabil di saat bursa bergejolak di 2018. Hal ini tercermin dari Pendapatan Premi Bruto yang mencapai Rp3,4 triliun, naik sekitar 6,4% dari tahun sebelumnya dengan proporsi Premi Lanjutan sebesar 74% dan 26% dari Premi Bisnis Baru. Pendapatan premi tersebut sebagian besar berasal dari penjualan produk tradisional, dengan proporsi 66% dan sisanya senilai 34% berasal dari penjualan produk unit link.

Sequis juga mencatat Total Aset senilai Rp18,4 triliun dan Laba Setelah Pajak senilai Rp613,9 miliar serta Risk Based Capital sebesar 735%. Selain itu, sepanjang tahun 2018, Sequis telah melaksanakan komitmen untuk memberikan perlindungan kepada nasabahnya dengan melakukan pembayaran Klaim dan Manfaat sebesar Rp7SO,7 miliar. Adapun proporsi Klaim Kesehatan sebesar 42%, Klaim Kematian sebesar 7% serta Manfaat Jatuh Tempo dan Dana Tunai sebesar 51%.

BERITA TERKAIT

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…