APP Sinar Mas dan IGCN Gencarkan Hak Atas Air - Peringati Hari Air Sedunia

Lebih dari 30 juta orang Indonesia atau hampir sekitar 10% penduduk Indonesia hingga saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih. Padahal air merupakan kebutuhan pokok manusia untuk sehari-hari dan kondisi ini tentunya sangat miris di tengah upaya pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi masih ada rakyat kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bekerjasama dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN), jaringan lokal dari United Nations Global Compact (UN Global Compact) terus memberikan advokasi dan menggalakkan berbagai program dan inisiatif agar penduduk Indonesia dapat sepenuhnya memperoleh hak atas air bersih. Untuk membantu mengatasi isu terkait air ini, IGCN memiliki kelompok kerja khusus, yakni Indonesia Water Mandate Working Group (IWMWG) yang dipimpin oleh APP Sinar Mas.

Beranggotakan komunitas peduli air, lembaga non-profit, maupun korporasi, kelompok kerja ini terus mengupayakan langkah nyata yang langsung melibatkan masyarakat.”Sebagai pemimpin dari IWMWG, kami selalu menekankan pentingnya kerja sama multi pihak dalam menangani permasalahan air. Hanya dengan kerja sama lintas sektor target SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi dapat tercapai,”kata Direktur Sustainability APP Sinar Mas, Elim Sritaba dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu IWMWG juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait akses terhadap air bersih dan kualitas air. Salah satu yang telah terlibat dan menerima manfaat program edukasi ini adalah masyarakat Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.Program yang didukung oleh APP Sinar Mas ini dimulai di tahun 2016 dan mencakup pengenalan teknologi penyimpanan dan pengelolaan air, pengelolaan limbah dan pelatihan sanitasi serta kebersihan kepada masyarakat di Pulau Pari.

Menurutnya, dengan adanya program ini, masyarakat Pulau Pari diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka sendiri, serta mengedukasi para wisatawan yang berkunjung mengenai penggunaan air yang bijak dan teknik pengurangan limbah. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Letter of Intent antara UNESCO dan IGCN yang sepakat untuk mengembangkannya ke dalam sebuah program lanjutan, Water Security and Sustainable Living in Indonesia’s Small Islands & Coastal Areas.

Kemudian masih dalam rangka menggencarkan hak air dan juga memperingati hari air sedunia, APP juga menggelar seminar sehari dengan tema Leaving No One Behind. Menurut Presiden IGCN, Y.W. Junardy, tema tersebut menegaskan bahwa setiap warga berhak atas akses terhadap air bersih. Pasalnya, ketersediaan air adalah vital; baik untuk pemenuhan air bersih dan sanitasi sehat bagi masyarakat maupun pelestarian lingkungan.

Di samping itu, IGCN juga berupaya untuk mensosialisasikan inisiatif pembuatan biopori untuk meningkatkan kapasitas serapan tanah, sehingga dapat mengurangi defisit air tanah yang dapat berakibat pada turunnya kontur tanah di Jakarta.“Artinya, semua orang harus memperoleh manfaat dalam setiap langkah pembangunan berkelanjutan. Tak terkecuali masyarakat rentan seperti perempuan, anak-anak, pengungsi, masyarakat adat dan kaum disabilitas,” ujarnya.

Seminar juga menjadi momentum peluncuran hasil penelitian World Water Development Report (WWDR), yang berisi contoh-contoh kasus tantangan pengelolaan air dan solusinya. Laporan tahunan tematis ini diterbitkan oleh UNESCO dan dikembangkan bersama oleh lembaga-lembaga PBB. Menurut Director-General UNESCO di Paris Audrey Azoulay, laporan WWDR ini sebagai advokasi kemauan politik internasional terkait air untuk menjangkau mereka yang terpinggirkan dan untuk mengatasi ketidaksetaraan yang ada.

APP Sinar Mas dan IGCN berharap peringatan Hari Air Sedunia dapat menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, untuk bekerja sama mencapai target ketersediaan dan manajemen air yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2030.

BERITA TERKAIT

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…

BERITA LAINNYA DI CSR

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…