Ada Indikasi Tarif Tol Ikut Naik

NERACA

Jakarta---Kenaikan BBM pada April 2012 tampaknya akan diikuti secara berbarengan dengan kenaikan tariff tol. Namun kenaikkan tariff tol ini berlaku pada ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan). Diperkirakan kenaikannya mencapai Rp 50. Artinya naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500. "Minggu ini selesai, kenaikannya 10,6%, dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500, sebelum akhir bulan sudah naik," kata Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia, Fatchur Rochman di Jakarta,21/3

Menurut Fatchur yang juga men jadi Direktur Utama PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) mengaku optimis perbaikan jalan yang tidak rata di ruas tolnya akan selesai pekan ini. Sehingga akhir bulan ini kenaikan tarif sudah bisa diberlakukan. Perbaikan ini tampaknya terkait dengan Standar Pelayanan Mininum (SPM) yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat.

Sementara itu kepala Badan Pengatur Jalan Tol Ahmad Gani Ghazali mengatakan belum ada penetapan soal kenaikan tarif tol tersebut dari Menteri PU. "Belum ada penetapan," ucapnya singkat.

Seperti diketahui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunda kenaikan tarif tol untuk ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan). Awalnya ruas tol itu akan dinaikkan tarifnya Februari lalu. Namun karena pertimbangan masih ada kondisi jalan yang tidak rata, sehingga pihak JLB wajib memperbaikinya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan mundurnya jadwal kenaikan tarif ruas 9,7 km tersebut terkait hasil hasil evaluasi SPM JORR WI, yaitu masih ada yang harus diperbaiki menyangkut kerataan (tanah) yang masih kurang.

Saat ini pemegang konsesi PT Jakarta Lingkar Barat masih terus melakukan proses perbaikan kelayakan dan kerataan jalan sehingga pemerintah dapat menaikkan tarif ruas jalan tersebut. Namun, dia belum dapat memastikan kapan tarif ruas jalan tersebut bisa dinaikkan.

Terkait besaran kenaikan tarif ruas tol JORR W1, Ahmad memperkirakan sebesar 10 hingga 11 persen sesuai dengan nilai inflasi di DKI Jakarta. Selain tarif JORR W1, pemerintah juga masih belum dapat memastikan waktu kenaikan tarif ruas jalan tol Kanci-Pejagan milik PT Bakrie Toll Road yang seharusnya sudah naik pada akhir Januari lalu.

Hingga saat ini pemegang konsesi masih belum juga menyelesaikan proses perbaikan standar pelayanan minimum ruas jalan tol sepanjang 35 km. Pemerintah telah menaikkan tarif ruas jalan tol Surabaya-Gresik sebesar 12 persen , naik dari Rp8.000 menjadi Rp9.000 untuk kendaraan golongan I. Sementara untuk ruas lainnya seperti Jakarta-Cikampek, Prof Sedyatmo, dan Waru-Juanda masih dilakukan evaluasi SPM dengan melibatkan konsultan pengendali mutu.

Berdasarkan penjadwalan, kenaikan tarif tol Waru-Juanda pada akhir Mei, setelah itu ruas Prof Dr Ir Sedyatmo dan Jakarta-Cikampek pada awal Juli. Kenaikan tarif ini merupakan bagian dari UU No.38/2004 tentang Jalan, khususnya Pasal 48 dan PP No 15/2005 tentang Jalan tol yang mengatur penyesuaian tarif tol setiap dua tahun sekali. **mohar/cahyo

Related posts