MP3EI Pacu Pertumbuhan Alat Berat

NERACA

Jakarta - Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi (Pusbin KPK) Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Andreas Suhono mengatakan pertumbuhan penggunaan alat berat di Indonesia relatif cukup pesat, seiring dengan terus dilakukan pembangunan infrastruktur dan pembangunan fasilitas penunjang lainnya.

Upaya pemerintah lewat program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) melalui pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mendorong sektor perekonomian Indonesia agar lebih maju.

Lebih lanjut lagi, Andreas menyatakan kebutuhan tenaga konstruksi dari tahun ke tahun terus meningkat, dibuktikan dengan jumlah tenaga konstruksi di Indonesia pada tahun 2009 berjumlah 5,7 juta, dan pada tahun 2012 sudah mencapai 6,23 juta pekerja. Penggunaan alat berat di Indonesia memberikan konstribusi nyata di dalam pembangunan yang terus dilakukan negara kita. “Saat ini jumlah alat berat di Indonesia kurang lebih berjumlah 150 ribu, namun kebutuhan operator dirasakan masih kurang, karena idealnya satu alat berat dioperasikan oleh 2 orang operator,” ujarnya.

Andreas menambahkan bahwa hal ini berarti membuka peluang yang bagus untuk para pekerja konstruksi agar mampu berkarier dengan sukses. Penggunaan alat berat di Indonesia, selain digunakan untuk pembangunan jalan dan gedung, juga dipergunakan di pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. “ini merupakan prospek yang baik, rekan-rekan pekerja di tambang batu bara misalnya, rata-rata berpenghasilan sekitar Rp 8 juta per bulan,” tambahnya. **mohar

Related posts