Capri Satu Nusa Kembangkan 10 Resort di Bali - Kantongi Dana IPO Rp 85,42 Miliar

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Capri Satu Nusa Properti Tbk (CPRI) dibuka naik 24% atau Rp 30 ke level Rp 155. Saham MTPS ditransaksikan sebanyak 89 kali dengan volume sebanyak 181.650 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 2,78 miliar. Perusahaan di bidang properti tersebut, menjadi emiten ke-9 di BEI pada 2019 atau perusahaan tercatat ke-627.

Memanfaatkan perolehan dana segar dari IPO sebesar Rp 85,42 miliar, perseroan bakal mengembangkan 10 resort dan beach club di pantai Atuh, Nusa Penida, Bali tahun ini. “Daerah Nusa Peninda berpotensi untuk menjadi objek wisata baru yang akan dikembangkan oleh pemerintah dan karena itu, perseroan masuk ke daerah tersebut,”kata Direktur Utama PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, Jansen Surbakti di Jakarta, kemarin.

Dirinya menargetkan, sebanyak 30%-50% dari keseluruhan proyek resort dan beach club tersebut bisa selesai akhir tahun ini. Pengerjaan proyek ini bakal dimulai 30 April 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp 45 miliar. Sementara itu, untuk jangka panjang, CPRI berencana membangun 30 resort dan beach club di kawasan tersebut.

Menurut dia, jumlah land bank perusahaan di wilayah ini mencapai 4,2 hektare. Namun di luar perusahaan ada 50 hektare. Rencananya, perseroan akan mengembangkan dengan nilai investasi ditaksi mencapai Rp 15 triliun. “Kalau punya modal yang cukup banyak, mungkin dalam lima tahun ke depan kita akan kembangkan," kata Jansen.

Pada tahun ini, CPRI juga bakal menyelesaikan proyek perkantoran dan convention center di Jariwaringin, Jakarta Timur. Jansen mengatakan, saat ini, proyek di Jakarta Timur sudah hampir 70% selesai. “Mungkin gedung perkantoran sudah bisa selesai pada September 2019 dan convention center bisa beroperasi di akhir tahun,”ujarnya.

Untuk membangun gedung perkantoran, convention center, serta resort dan beach club tersebut, CPRI menganggarkan belanja modal sebesar Rp 90 miliar-Rp 100 miliar. Dana tersebut rencananya bakal didapat dari pemegang saham. Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Disebutkan, dana segar yang perusahaan dapatkan pada IPO ini bakal dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan modal kerja. Komposisi pemanfaatan dana IPO mencakup 50% untuk proyek resort, 40% untuk proyek perkantoran, dan 10% untuk modal kerja.

Dalam pencatatan saham perdana, CPRI menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Saat penawaran ke calon investor, UOB mengungkapkan saham CPRI mengalami kelebihan permintaan (oversubsribed) hingga 83 kali. Meski begitu, perolehan dana hasil IPO ini lebih rendah dari yang diharapkan. Sebelumnya, CPRI pernah mengungkapkan targetnya dapat meraup dana sekitar Rp 100 miliar - Rp 150 miliar. Namun, karena harga yang ditawarkan saat IPO lebih rendah, perusahaan ini hanya mampu mendapat Rp 85 miliar.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…