Dahlan Ancam Ambil Tindakan ke Jasa Marga - AKIBAT ANTRE PANJANG DI PINTU TOL

NERACA

Jakarta--Gara-gara terjadi antrean panjang di loket pintu tol dekat Jembatan Semanggi menuju arah Slipi, Meneg BUMN Dahlan Iskan mengamuk dan membuang kursi loket pelayanan. Insiden itu terjadi saat Dahlan Iskan akan menghadiri rapat koordinasi di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Saat itu antrean sepanjang kurang lebih 30 mobil di depan pintu tol.

Bahkan Dahlan langsung membuka penghalang pintu dan minta agar mobil yang antre segera masuk lewat loket kosong itu secara gratis. Langkah Dahlan meloloskan sekitar 100 mobil yang disuruh lewat begitu saja tanpa bayar guna menunjukkan komitmen agar mengurangi antrean. "Ya biar saja, kalau Jasa Marga merasa dirugikan suruh tagih ke saya. Saya bayar," kata Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (20/3)

Lebih jauh Dahlan meminta manajemen Jasa Marga bisa berbenah menjadi lebih baik. sehingga tidak ada lagi kemacetan di seluruh pintu tolnya. "Setelah saya ngamuk tadi, berubah enggak. Kalau tidak, saya akan ambil tindakan. Sampai mereka mampu memperbaiki diri," tambahnya

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman siap memberi sanksi bagi petugas di pintu tol yang sering telat dan tidak displin akan waktu. Rapor mereka dipastikan jelek. "Akan ada rapor untuk (petugas) yang beberapa kali terlambat. (Rapor akan jelek) tentu iya," akunya

Manajemen mengaku repot jika banyak karyawannya yang sering bertindak indisipliner. Pasalnya pelayanan kepada pengguna tol akan terganggu. "Kalau nggak disiplin, kita repot. Kita harus tepat waktu bekerja dan jujur. Terima kasih Pak Dahlan," paparnya.

Lain lagi dengan Ketua Komite Tetap Standardisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aziz Pane mengusulkan agar sebaiknya Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman diganti. "Kalau perlu ganti, ganti. Iya dong di Jepang kan ganti, penerbangan telat ganti," katanya

Menurut Azis, seorang petinggi perusahaan harus memiliki tanggung jawab terutama soal standar disiplin karyawannya, meskipun yang melakukan kesalahan adalah anak buahnya yang paling bawah. "Nggak ada urusan! itu kan nggak menegakkan disiplin, adalah satu fungsi dari standarisasi ini kan displin, ESDM harus disiplin, kalau nggak kan nggak bisa, berantakan semua. Disiplin bagus," tambahnya.

Aziz yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI), menambahkan apa yang dilakukan oleh Dahlan patut menjadi evaluasi soal perusahaan yang bergerak di bidang jasa publik harus benar-benar melayani dengan baik masyarakat. "Bagus! saya setuju, jadi Pak Dahlan itu telah memulai satu sikap mental, kalau bikin jalan tol tanggung jawab. Jadi ini jangan dikasih beban, jangan dong satu tol dibuka sehingga macet, emang orang Indonesia suka begitu," katanya.

Anggota Komisi VI DPR RI Hendrawan Supratikno meminta agar Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dievaluasi total terhadap manajemen dan operasionalnya. "Kesalahan dalam penegakan disiplin kerja. Ini soal leadership," ujarnya

Untuk itu, lanjut Hendrawan, perlu dilakukan evaluasi terhadap direksi Jasa Marga mengenai kekompakkan dalam menjalani perusahaan. "Solusinya, harus dilakukan evaluasi terhadap direksi sekarang. Kita akan tahu, apakah direksi kompak atau tidak, apakah ada sabotase atau tidak, apakah SOP dijalankan dengan baik atau tidak. Yang jelas, pelayanan publik tak boleh terganggu," tegasnya.

Menurut Hendrawan, Dahlan harus melakukan pengecekkan terhadap janji-janji direksi Jasa Marga sehingga tidak merugikan masyarakat dan negara. "Soal tersebut sebenarnya sederhana, tinggal dicek perjanjian-perjanjiannya, nanti akan terlihat siapa yang niatannya benar. Harus kita akui, data yang disampaikan Dahlan kuat. Komisi VI mendukung upaya penyelamatan aset negara," ungkap Hendrawan.

"Dahlan harus terus melihat ulang kerja sama BUMN dan swasta yang sarat aji mumpung, yang berpotensi merongrong kesehatan keuangan BUMN. Mereka yang telah cidera janji layak dapat penalti berat," pungkasnya. **cahyo

Related posts