PP Properti Raup Laba Rp 471,25 Miliar

NERACA

Jakarta – Positifnya pertumbuhan bisnis properti di 2018 memberikan dampak terhadap kinerja PT PP Properti Tbk (PPRO). Dimana emiten properti ini membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2018 senilai Rp471,25 miliar, naik 6% dari posisi Rp444,67 miliar pada 2017. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

PPRO membukukan pendapatan usaha senilai Rp2,55 triliun, turun 5,5% dari posisi Rp2,7 triliun pada period 2017. Beban pokok penjualan PPRO pada 2018 senilai Rp1,89 triliun, turun 7,8% dari posisi Rp2,05 triliun. Penurunan beban pokok penjualan telah berhasil mengerek laba kotor PPRO menjadi Rp662,57 miliar, naik tipis 1,9% secara tahunan.

PPRO juga membukukan penghasilan lain-lain senilai Rp98,84 miliar, naik 2,5 kali dan memiliki keuntungan pembelian diskon senilai Rp11,62 miliar. Dari sisi arus kas operasional, PPRO berhasil mengantongi Rp77,92 miliar pada akhir 2018. Pada akhir 2018, PPRO mengantongi aset senilai Rp16,47 triliun, naik 31% dari posisi Rp12,55 triliun pada 2017. Aset itu terdiri dari liabilitas senilai Rp10,65 triliun dan sekuitas senilai Rp5,81 triliun.

Dalam pos liabilitas jangka pendek, PPRO memiliki utang bank senilai Rp200 miliar. PPRO juga memiliki utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun yakni utang bank, obligasi dan surat berharga janga menengah masing-masing senilai Rp754,28 miliar, Rp200 miliar dan Rp200 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini PP Properti menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales tumbuh sekitar 10%. Dimana perseroan masih akan melanjutkan strategi yang sama seperti tahun kemarin. Yakni, tetap menjajaki penjualan secara borongan atawa bulk sales. Disebutkan, target marketing sales tahun ini kurang lebih sekitar Rp 3,8 triliun.

Menurut, Indaryanto Direktur Keuangan PPRO pernah bilang, situasi politik pasti ada pengaruhnya ke properti hanya saja tinggal bagaimana pemain dalam menyiasati hal tersebut agar laju bisnis tetap berjalan. "Selama ini kita main disegmen menengah kebawah dan apartment kan merupakan kebutuhan orang banyak jadi kita harapkan situasi politik tidak terlalu mempengaruhi," ujarnya.

Asal tahu saja, untuk memacu target bisnis tahun ini, PP Properti tahun lalu sudah merampungkan akuisisi 100% saham PT Grahaprima Realtindo. Pada aksi korporasi tersebut, perusahaan mengambil setara 11 ribu saham senilai Rp 40,83 miliar. Disebutkan,akuisisi tersebut dilakukan menggunakan kas ineternal. Dampak dari transaksi tersebut akan memperluas pengembangan bisnis PPRO dibidang residensial. "Tujuan pengambilalihan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan apartement di Yogyakarta," ujarnya.

Sebelumnya, pada tanggal 20 September 2018 perusahaan juga melakukan 70% penyertaan saham pada PT Limasland Realty Cilegon. Perusahaan menggelontorkan dana Rp 31,5 miliar yang bertujuan untuk pembangunan dan pengembangan apartemen di Cilegon.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…