Kebijakan BBM Jadi Penentu Ekonomi Rakyat

Semua orang tahu bahwa setiap kenaikan harga minyak mentah dunia akan berimplikasi terhadap subsidi yang diberikan negara. Walau penerimaan negara dari ekspor minyak meningkat, subsidi juga meningkat sehingga membebani APBN.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan produksi minyak untuk mengurangi beban impor minyak. Langkah penghematan dan percepatan diversifikasi energi terus dilakukan, antara lain program geotermal dan pengurangan penggunaan BBM untuk pembangkit listrik. Terakhir, pemerintah berupaya menghemat penggunaan anggaran.

Minyak memang dapat menjadi rezeki dan sekaligus tragedi. Bagi Libya, Arab Saudi, Norwegia, dan Kanada, kenaikan harga minyak merupakan keuntungan yang luar biasa. Sebaliknya, bagi sejumlah negara penghasil minyak, seperti negara-negara di wilayah subsahara Afrika yang umumnya bergantung pada minyak sebagai sumber pendapatan nasional, kenaikan harga minyak tidak banyak mengubah standar kehidupan rakyatnya. Fakta indeks pembangunan manusia mengungkapkan, posisi negara ini tetap berada di urutan bawah. Nigeria, Gabon, Chad, dan Angola bahkan dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi rendah, tidak demokratis, dan korupsi tinggi.

Lain halnya di Indonesia. Dimana setiap kenaikan harga minyak US$1 akan menambah beban subsidi BBM dan listrik Rp3,2 triliun. Saat ini asumsi harga minyak di APBN pada level US$80 per barel. Jika harga minyak misalnya mencapai US$100, dibutuhkan tambahan subsidi sebesar Rp64 triliun. Ini pun karena Indonesia memiliki produksi minyak 900.000 barel per hari.

Saat ini konsumsi minyak Indonesia mencapai 1,15 juta barel per hari dan cadangan yang ada diperkirakan tinggal 4,05 miliar barel. Ini berarti, produksi minyak akan berakhir 10 tahun lagi dan pada 2022 Indonesia akan mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya. Sekalipun tidak ada yang dapat mengetahui secara tepat berapa cadangan minyak yang masih ada di perut bumi, jika prediksi tersebut benar, minyak betul-betul menjadi hantu di masa depan negeri ini.

Terkait dengan strategi menghadapi lonjakan harga minyak dunia, Ketua Tim Kajian Program Pembatasan BBM Subsidi Anggito Abimanyu sudah mematangkan sejumlah opsi kebijakan bersifat jangka pendek sebagai bentuk dukungan atas kebijakan yang sudah disiapkan pemerintah.

Ada tiga opsi yang diajukan ke pemerintah, dimana masing-masing opsi memberi konsekuensi tersendiri yang membutuhkan katup pengaman dalam penerapannya. Pertama, menaikkan harga premium sebesar Rp500 menjadi Rp 5.000 per liter. Kedua,mewajibkan kendaraan pribadi beroda empat mengalihkan penggunaan BBM ke pertamax. Ketiga, membuat model penjatahan konsumsi premium dengan menggunakan sistem kendali.

Tinggal sekarang bola ada di tangan pemerintah dan DPR, apakah opsi yang ditawarkan oleh tim pengkaji akademis tersebut akan dipakai atau hanya sekadar menjadi alasan pertimbangan saja guna menunda pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi, agar pemerintah tidak terlihat malu membatalkan kebijakan yang seharusnya mulai diberlakukan awal April 2011. Kita tidak tahu keputusan apa yang akan diambil pemerintah. Tapi yang penting keputusan akhir pemerintah harus mengakomodasi kondisi ekonomi sebagian besar rakyat yang secara riil memang memprihatinkan saat ini.

BERITA TERKAIT

Indonesia South Pacific Forum Tunjukkan Kebijakan Polugri di Pasifik

Indonesia South Pacific Forum Tunjukkan Kebijakan Polugri di Pasifik NERACA Jakarta - Forum Indonesia-Pasifik Selatan atau Indonesia South Pacific Forum…

Kebijakan Pemerintah dan BI untuk Mengejar Target Devisa Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa…

Kebijakan Publik - Perlu Perbaikan Data Pangan untuk Kurangi Kesemrawutan Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor. Perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pemanfaatan Tanah Kas Desa Sebagai Potensi Desa

  Oleh: Arief Nugraha, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Desa saat ini sudah diberikan kebebasan untuk mengatur wilayah,…

KTP Belum Bisa Jawab Semua Masalah Publik

  Oleh : Sugeng Hermansyah, Pemerhati Masalah Sosial Politik Dalam debat putaran ketiga yang mempertemukan kedua cawapres, KH Ma’ruf Amin…

Kontroversi Utang BUMN

Oleh: Dr. Revrisond Baswir, Staf Pengajar FEB UGM BUMN adalah amanat Pasal 33 UUD 1945. Sebagai amanat Pasal 33 UUD…