Kinerja WOM Finance Membaik

NERACA

Jakarta - Kinerja keuangan WOM Finance terus membaik dalam beberapa tahun terakhir sekaligus sebagai bentuk optimisme terhadap industri pembiayaan di Indonesia yang senantiasa tumbuh di masa datang. "Kami tetap optimistis di tahun 2019 perusahaan akan terus alami pertumbuhan keuangan, di tengah makin ketatnya industri pembiayaan yang ada saat ini," kata Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar kepada pers di Jakarta, Selasa (12/3).

Hal tersebut disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2019 serta Paparan Publik. Djaja mengatakan membaiknya kinerja keuangan perusahaan pada tahun lalu didukung dengan kemampuan manajemen mengelola perusahaan yang baik serta menerapkan sejumlah strategi bisnis dengan tepat, selain didukung oleh karyawan yang mampu memberikan kepercayaan kepada pelanggan.

Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja mengatakan, dalam RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik.

Dikatakan, RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan sebesar Rp215 miliar untuk tahun keuangan 2018, sebagai dana cadangan umum sebesar Rp1 miliar digunakan untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-undang no. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan pasal 24 Anggaran Dasar Perseroan.

Penggunaan laba bersih untuk pembagian dividen sebesar 30 persen dengan total maksimal sebesar Rp64 miliar atau sebesar Rp18,5 per saham. Sisanya sebesar Rp150 miliar akan ditetapkan sebagai laba ditahan. Dividen final tunai tahun buku 2018 akan dibagikan kepada pemegang saham, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 22 Maret 2019,"katanya.

Dikatakan, dalam RUPST juga menyetujui laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perseroan tahun 2018 yaitu Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp793 miliar dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap V WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp 360,5 miliar serta Obligasi Berkelanjutan III Tahap I WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp 570,5 miliar.

Sementara RUPSLB WOM Finance menyetujui perubahan anggaran dasar Perseroan yang dilakukan dengan pertimbangan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (“POJK 35”).

Hasil RUPSLB lain adalah menyetujui rencana perseroan untuk mengalihkan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh piutang milik Perseroan dalam rangka perolehan pinjaman dan/atau pendanaan baik penerbitan PUB III, pinjaman dan/atau pendanaan dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank.

Perseroan dapat melalui tahun 2018 dengan mencatatkan pertumbuhan yang baik. Dengan posisi keuangan yang sehat, Perseroan siap untuk melanjutkan ekspansi serta mengembangkan bisnis," katanya.

BERITA TERKAIT

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…

Momentum Perbankan Tekan Bunga Kredit

  NERACA Jakarta – Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan menilai keputusan…