Dominasi LG Di Pasar AC Inverter Ditargetkan Berlanjut di 2019

NERACA

Jakarta – Sebagai salah satu pabrikan elektronik yang fokus di pasar inverter, PT LG Electronics Indonesia menargetkan tetap menjadi pemimpin pasar di pasar AC inverter di 2019. Meskipun begitu, LG juga mendorong perluasan pasar AC inverter di Indonesia yang kini terus mengalami pertumbuhan signifikan. Market share AC inverter di pasar AC memang terus tumbuh, tercatat pada 2017 AC inverter hanya menguasai pasar 4,5% namun pada 2018 melonjak tajam menjadi 20%. “LG menjadi pemimpin pasar AC inverter di Indonesia dengan penguasaan mencapai 65,6%. Kami pun menargetkan bisa mencapai 69% di 2019,” ungkap Product Marketing RAC LG Electronics Indonesia saat berbincang dengan media, Kamis (10/1).

Penetrasi AC inverter di Indonesia yang baru mencapai 20% terbilang masih ketinggalan dengan negara-negara lainnya seperti di Singapura, Thailand dan China. Namun, perkembangan adopsi masyarakat pada AC inverter di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya. Prediksinya, pasar AC inverter di 2019 bisa mencapai 30%.

Dominasi LG di pasar inverter memang berbuah manis mengingat LG menjadi pabrikan elektronik yang fokus membenamkan teknologi inverter di setiap lini produknya. LG fokus mengembangkan inverter pada 2015 dan baru kelihatan trennya di masyarakat pada 2018 dengan dilihat dari penjualan AC LG inverter yang tengah memasuki angka Rp1 triliun.

Sebenarnya perangkat AC inverter sebenarnya telah dikenal dan mulai digunakan bagi keperluan rumahtangga di Indonesia sejak 2015. Hanya saja, ketersediaannya masih terbatas pada kapasitas pendinginan bagi ruangan besar. Hal inilah yang dikatakannya membuat sulit menyesuaikan dengan variasi kebutuhan masyarakat.

Stagnasi pasar AC inverter inilah yang kemudian didobrak LG. LG mencatatkan diri sebagai vendor elektronik pertama di Indonesia yang menyediakan AC inverter dengan kapasitas pendinginan paling luas. Hadir dengan nama AC LG DUALCOOL di kisaran kuartal terakhir tahun 2016, menjadi AC inverter pertama di Indonesia yang ditawarkan mulai dari kapasitas pendinginan 1/2PK hingga 2PK. “Beriring dengan membuka peluang adopsi AC inverter lebih besar, di sisi lain sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat yang menjadikan LG sebagai merek AC inverter paling populer di Indonesia,” ujarnya.

Dinamai AC LG DUALCOOL with Watt Control, selain mewarisi keunggulan pendahulunya pada pengoperasian yang lebih hemat listrik hingga 70% dibanding AC standar, AC terbaru LG ini memiliki fleksibilitas pengaturan daya listrik untuk mengoperasikannya. Keberadaan fitur yang melekat pada namanya, Watt Control, pengguna dapat mengatur AC ini untuk aktif dengan empat pilihan konsumsi daya listrik. Keempatnya yaitu 100%, 80%, 60% bahkan beroperasi hingga hanya dengan 40% dari kebutuhan daya listriknya. Pengguna dapat leluasa memanfaatkan fitur Watt Control ini melalui tombol khusus yang ada pada remote controlnya.

BERITA TERKAIT

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota - Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019 NERACA Depok - ‎Badan Kehormatan…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

BPS Sebut Angka Kemiskinan Terus Turun

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka penduduk miskin pada September 2018 terus mengalami…

Apkasi Dukung Program P3K 2019

NERACA Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, penerimaan tenaga honorer melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau…