Dua Bulan Pertama, Alam Sutera Sudah Catatkan Penjualan Rp 800 Miliar - Bangun Kondominium di Akhir Tahun

NERACA

Jakarta - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraup dana sebesar Rp 800 miliar dari hasil penjualan properti selama periode Januari-Februari 2012. Penjualan selama dua bulan pertama tahun ini akan mempengaruhi target penjualan perseroan.

Kata Sekretaris Perusahaan ASRI, Hendra Kurniawan, perseroan tahun ini menargetkan penjualan properti sebesar Rp 3,5 triliun. “Angka ini di atas target kita tahun 2011 kemarin yang senilai Rp 2,8 triliun,”ujarnya di Jakarta, Kamis (8/3).

Sementara untuk laba bersih perseroan tahun lalu mengalami peningkatan dari Rp 239,5 miliar menjadi Rp 414,3 miliar. Dia mengatakan, target kenaikan penjualan tersebut dikarenakan faktor semakin meningkatnya harga properti tahun ini. "Kalau dari kita, sektor properti pasti naik di atas 20%. Karena harga memang tidak bisa di-drive, tapi arahnya pasti selalu naik," tukasnya.

Tak hanya itu, Hendra menambahkan bahwa perseroan juga berencana menambah luas lahan di daerah Pasar Kemis, Serpong, Tangerang atau Bali sekitar 1.000-2.000 hektar (ha). Namun, lanjut dia, semua itu tergantung kondisi pasar karena seperti diketahui harga tanah dengan cepat bisa meningkat. Hendra menuturkan, tanah yang dibidik diusahakan satu wilayah (terintegrasi) dan tidak terpisah.

Dia beralasan supaya memudahkan perseroan dalam mengembangkan bisnis properti. Saat ini, semua kluster yang dipasarkan ASRI sudah ludes terjual. "Kluster 1 dan 2 sudah habis kita jual, mungkin kita akan tambah kluster 3 bulan Maret ini. Khususnya, di Alam Sutera Tangerang. Untuk dana kita ambil capex (capital expenditure) tahun ini sebesar Rp 3 triliun," jelasnya.

Proyek Pasar Kemis

Perseroan tengah membangun kawasan perumahan baru bernama Suvarna Padi di Pasar Kemis, dengan kisaran harga rumah yang ditawarkan antara Rp 417 juta hingga Rp 1 miliar per unitnya. Suvarna Padi memiliki lokasi yang sangat dekat dengan akses tol serta pemandangan menarik yang dapat dinikmati penghuni.

Lalu, jarak yang hanya 500 meter dari jalur Tol Cikupa serta lokasi hunian berada yang di sekeliling lapangan golf. Kawasan perumahan ini berdiri di atas lahan seluas 28 hektar yang diperuntukkan untuk pengembangan 2 kluster pada tahap pertama. Dua cluster yang mengisi kawasan ini ialah cluster Akasia dan cluster Cempaka dengan pilihan tipe rumah Smithi, Quino, dan Cressida.

Sementara itu, aksi korporasi yang tengah dilakukan ASRI adalah pada akhir 2012 perseroan akan mulai melakukan pembangunan kondotel atau kondominium hotel di Bali. Pembangunan proyek ini akan memanfaatkan lahan yang dimiliki perseroan seluas 6,2 hektar di kawasan strategis Pulau Bali, yaitu Sanur. “Penyelesaian konstruksi diharapkan tuntas kurang dari 1 tahun,” kata Hendra.

Dia menambahkan dalam pembangunan proyek ini perseroan masih melakukan pengkajian apakah membangun level kondotel bintang tiga atau bintang empat. Sementara investasi yang dikeluarkan sebesar US$ 65 ribu per kamar dan akan dibangun sekitar 300 kamar. Dari total lahan seluas 6,2 hektar, sambung Hendra, tidak semuanya akan digunakan untuk proyek kondotel, namun perseroan tengah menjajaki sebagain pemanfaatan lahan untuk produk properti seperti villa. [ardi]

Related posts