BBM, Bikers dan Angkutan Massal

Oleh Eko Cahyono

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jelas akan memukul angkutan massal. Semestinya pemerintah berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur dan moda angkutan massal. Padahal sistem transportasi massal dapat menggiring masyarakat dari kendaraan roda dua atau pribadi ke moda angkutan massal.

Lihat saja, kemacetan di DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagaimana buruknya angkutan massal di Ibukota. Yang jelas, setiap kali ada rencana penaikan BBM seperti sekarang, pemerintah selalu gundah-gulana dan kebingungan sendiri. Ini disebabkan pemerintah tidak pernah serius menaikkan lifting minyak. Produksi minyak hanya 800 hingga 900 ribu barel per hari. Padahal pada jaman Orba lifting minyak pernah sampai 1,5 juta barel

Produksi minyak menurun dan cadangan minyak juga menurun. Pertama, investasi di bidang migas tidak ada atau turun. Kedua, kondisi sistem dan iklim usaha perminyakan dan gas jauh lebih buruk. Disisi lain, pemerintah harus terus mendorong investasi. Sehingga tidak tergopoh-gopoh seperti sekarang ini

Yang jelas, jalanan Indonesia diprediksi akan semakin banyak dengan kendaraan, seperti motor. Bila di tahun 2011 lalu penjualan Indonesia 'hanya' berkisar di angka 8 juta unit, di tahun 2015 mendatang angka itu diprediksi akan meningkat menjadi sekitar 12 juta unit di 2015.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) diprediksi sangat mungkin terjadi ledakan pengendara motor. Karena tidak meratanya pendapatan di Indonesia dan infrastruktur angkutan massal yang masih belum bisa dikatakan baik.

Banyak pihak mengatakan kalau dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi perpindahan dari pengguna motor ke mobil seiring dengan naiknya pendapatan per kapita Indonesia, namun, Gunadi mengatakan hal itu masih sulit terjadi.

Alasannya, infrastruktur di Indonesia masih belum dikatakan baik terlebih meski pendapatan per kapita Indonesia cenderung naik dari tahun ke tahun, pemerataan pendapatan masih belum terjadi merata. Tidak akan ada perpindahan yang signifikan dari sepeda motor ke mobil. Memang seberapa besar insentif yang mau diberikan pemerintah kepada pemilik mobil?

Sejak 2005 silam memang terjadi booming penjualan sepeda motor yang membuat peningkatan penjualan motor sempat mencapai angka 15%-20%. Tapi bila merunut lebih ke belakang lagi, angka pertumbuhan kita sebenarnya stabil. Pertumbuhan alamiah kita antara 10%-12% per tahun

Dalam 10 sampai 20 tahun ke depan pasar motor Indonesia dia prediksi masih akan terus meningkat. Maka diperkirakan akan melambat di 2025. Bahkan ahun ini atau tahun depan kita bisa capai 10 juta unit

Sementara sepanjang 2011 sendiri, penjualan motor di Indonesia mencapai 8.043.535 unit. Angka tersebut naik 8,72% bila dibanding penjualan motor pada 2010. Dari angka 8 juta tersebut, motor skutik memimpin penjualan motor dengan pangsa pasar 51%, disusul bebek 40% dan sisanya motor sport.

Related posts