Kimia Farma Rampungkan Merger Dahulu Sebelum Rights Issue - Lepas 4,7 Miliar Saham

Neraca

Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) lebih memilik merger terlebih dahulu dengan PT Indofarma Tbk (INAF) sebelum menerbitkan rights issue dengan melepas sebagian sahah kepada publik (secondary offering).

Corporate Secretary (KAEF) Adhi Nugroho mengatakan, rencana right issue akan melepas 4,7 miliar saham, “Kita akan melepas 4,7 miliar saham melalui rights issue dengan estimasi proceed sebesar Rp1,7 triliun dan tentunya dengan syarat bahwa Peraturan Pemerintahnya telah disetujui,"katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/3).

Setelah PP terbit, lanjutnya, Perseroan baru akan mengajukan proposal ke Bapepam-LK untuk mendapatkan persetujuan. Maka dengan begitu, persetujuan Bapepam-LK tersebut akan melakukan public expose dan tindakan korporasi berikutnya.

Dijelaskan, rencana rights issue perseroan akan dilakukan satu paket dengan regrouping BUMN Farmasi. Saat ini prospes penyiapan PP sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan rencana tersebut sudah sampai ke Kementerian Koordinator Perekonomian. Mengingat penerbitan PP harus mendapat persetujuan DPR, maka tertunda atau batalnya rencana korporasi ini jika DPR tidak menyetujui penerbitan PP.

Asal tahu saja, Deputi Kementerian BUMN Bidang Industri Manufaktur dan Strategis Irnanda Laksanawan pernah bilang, dalam penggabungan BUMN farmasi, PT Indofarma Tbk (INAF) dinilai punya prospek mengakuisisi PT Kimia Farma Tbk (KAEF). “Indofarma layak mengakuisisi Kimia Farma, karena kinerja perseroan yang sangat baik,”katanya.

Menurutnya, Indofarma telah memperlihatkan kinerja yang baik. Tercermin dalam laporan keuangan kuartal ketiga di 2011, Indofarma membukukan laba bersih sekitar Rp 20,7 miliar. Kondisi ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana perseroan masih rugi Rp 31,8 miliar. Bahkan harga saham perusahaan tersebut terkerek naik sampai 50%.

Kata Irnada Laksanawan, untuk merger BUMN Farmasi ini, pemerintah akan mengundang Mandiri Sekuritas untuk membicarakan skema mana yang cocok dan juga pertimbangan harga saham perseroan. Untuk dari kemungkinan Kimia Farma mengakuisisi Indofarma, Irnanda mengatakan bahwa akan dilihat mana yang terbaik. "Kita akan lihat mana akuisisi mana,”tandasnya.

Sebagai informasi, justu Kimia Farma yang sesumbar akan mengambil alih kepemilikan Indofarma. Kala itu pertimbangannya, Kimia Farma memperlihatkan kinerjanya lebih kinclong dengan arus kas yang lebih baik. Selain itu, dari segi aset, Kimia Farma masih jauh di atas Indofarma. Hingga akhir September 2011, aset KAEF Rp 1,843 triliun, sementara INAF sebesar Rp 614 miliar. Sehingga akan lebih mudah jika Kimia Farma yang mencaplok Indofarma.

Sementara direktur utama Indofarma, Jafarudin pernah bilang, ketuputusan akuisisi atau diakuisisi sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham perseroan terbesar. (bani)

Related posts