PII Dorong Insinyur Bersertifikat

NERACA

Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan bahwa pihaknya menargetkan jumlah insinyur Indonesia yang tersertifikasi mencapai 14 ribu orang. Setidaknya target tersebut tercapai saat kongres PII ke XXI di Padang, Sumatera Barat, pada 6-7 Desember mendatang.

Maka dari itu, pihaknya terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. Sehingga, insinyur Indonesia bisa lebih kompetitif dibanding negara lain. "Dengan kongres ini kita targetkan insinyur profesional Indonesia akan mencapai 14 ribu," ujar Hermanto, saat konferensi persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan, jumlah lulusan sarjana teknik saat ini yang berpotensi menjadi insinyur profesional mencapai 900 ribu orang. Namun memang tidak semua bisa menjadi insinyur profesional, karena tidak seluruhnya berminat menekuni profesi tersebut. "Kalau mau jadi profesional, mereka nanti harus teregistrasi oleh Persatuan Insinyur Indonesia. Ini adalah kontrol kualitas, jangan sampai bangun gedung tinggi nanti tidak terkontrol," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII, Purba Robert Mangapul Sianipar menambahkan, sertifikasi akan dilakukan oleh Badan Kejuruan yang ada di PII sesuai bidangnya. Misalnya seperti teknik sipil, elektro, teknik industri dan lain sebagainya. "Yang sudah tersertifikasi hingga saat ini sudah 13.800 insinyur, mau dikejar ke 14.000. Jadi masih ada gap sekitar 200 yang kita harapkan terjadi saat kongres nanti," katanya.

Momentum Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini merupakan salah satu langkah strategis, yang dilakukan dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang. Roadmap ini dapat menjadi pegangan para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang ditahap awal akan fokus pada 5 sektor prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia. Sektor prioritas tersebut adalah sektor yang diyakini mempunyai daya ungkit besar dalam hal penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industry lainnya serta kecepatan penetrasi pasar.

Kongres PII XXI dan Dialog Nasional dengan mengangkat tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia’ ini merupakan isu utama yang merupakan langkah awal sebagai perwujudan kemajuan industri Indonesia yang diselenggarakan dalam situasi ekonomi saat ini yang secara internal dihadapkan dengan tantangan rendahnya produktivitas, penguasaan dan pengembangan teknologi terbaru, kemampuan inovasi serta perbaikan standard kerja, dalam pelibatan PII oleh pemerintah dalam konteks pembangunan infrastruktur seluruh sektor sedangkan secara eksternal PII harus mempersiapkan insinyur-insinyur professional yang berdaya saing untuk berhadapan dengan insinyur asing.

Ketua Panitia Penyelenggara Made Dana Tangkas merasa antusias dan senang dapat menyelenggarakan Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional. “Kongres ke XXI mendatang merupakan masih dalam suasana yang berdekatan dengan beberapa acara keinsinyuran seperti CAFEO Conference of ASEAN Federation Engineering Organization di Singapore dan membawa tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini, PII akan mendukung untuk tetap mengirimkan delegasi ke CAFEO. Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini dapat menghasilkan langkah besar ke depan untuk kemajuan keinsinyuran di Indonesia maupun hingga ASEAN. Kami mengharapkan peran dan partisipasi para insinyur seluruh pengurus PII baik di pusat maupun wiayah dan cabang serta dukungan semua pihak yang berkepentingan dengan kemajuan keinsinyuran Indonesia bagi keberhasilan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini sehingga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara Indonesia,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Kemudahan Bisnis Harus Dorong Perkembangan Wirausaha

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus fokus meningkatkan kemudahan berusaha sebagai upaya…

Semarak Festival IKM Dorong Startup 4.0 Mendunia

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) mendorong industri startup era 4.0 semakin mengglobal.  Potensi nilai industri digital tanah air mencapai…

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cukai Rokok Tetap, Minuman Alkohol Naik

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat…

PNBP Sektor Tambang Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan…

Penampungan Limbah di Atas Sesar Gempa Rentan Rusak

      NERACA   Medan - Keandalan instalasi penampungan limbah terhadap resiko bencana gempa menjadi salah satu persoalan yang…