Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai pelatihan di beberapa kota besar. Dimana dari pelatihan tersebut, minat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk terlibat cukup besar karena dinilai berhasil mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas pelaku UKM. Tidak heran banyak sekali kisah mengenai para pelapak Bukalapak di seluruh Indonesia yang memiliki kisah inspiratif yang hadir dan tayang di media Bukalapak melalui BukaKisah.

Dalam BukaKisah kali ini mengangkat tentang Kolaliandri Ginting, mahasiswa (21), kini telah mengantongi keuntungan lebih dari Rp800 juta dengan berjualan mesin cuci sepeda motor rakitannya sendiri. Bermula pada tahun 2016 lalu, Andri, nama panggilannya mulai merasa gengsi meminta uang jajan untuk bermalam minggu ke orang tuanya. Diriya ingin memiliki uang jajan sendiri. Dengan rasa gengsi ini, Andri memutar otak dan mencari inspirasi usaha yang dapat menggandakan modal Rp800.000 nya kala itu. Akhirnya suatu hari Andri terinspirasi saat ia sedang mencuci motor milik ayahnya yang bertengger di pinggir lahan pertanian di daerah Tanah Karo. Andri pun bereksperimen, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan kos digunakannya untuk membeli mesin, selang, adaptor, gun sprayer, dan komponen lainnya. Ia rakit sendiri hingga menjadi sebuah mesin cuci sepeda motor yang mudah digunakan dan relatif murah.

Barang rakitannya tersebut Ia jajakan di Bukalapak dengan alasan agar dapat menjaring pembeli di seluruh Indonesia.”Suatu hari saya baca artikel yang menyebutkan bahwa Bukalapak adalah salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Saya pikir, melalui Bukalapak ini saya bisa menjangkau pembeli yang lebih luas, tidak hanya di Medan saja. Setelah saya kulik, ada satu fitur yang sangat bermanfaat untuk bisnis saya yang masih baru pada saat itu, yaitu promote push per klik. Sangat berguna,” ungkap Andri bersemangat.

Malam hari Andri mengunggah jualannya di Bukalapak tanpa ada harapan bahwa barangnya akan dibeli orang. Tidak disangka ternyata keesokan harinya, barangnya habis terjual semua. “Awalnya saya hanya mencoba bikin dua unit mesin cuci sepeda motor, karena keterbatasan modal. Malamnya saya upload di Bukalapak, besoknya langsung laku. Dari situ saya semangat untuk meneruskan bisnis ini,” tuturnya.

Mesin cuci sepeda motor rakitan Andri ini sangat unik. Bertenaga listrik 100 watt, alat tersebut disambung selang yang memungkinkan penyetelan ukuran semburan, mulai dari model semburan kabut hingga kasar. Alat ini juga dapat digunakan bagi konsumen yang tidak terjangkau layanan PLN. Hanya dengan menggunakan capit buaya yang dihubungkan dengan aki sepeda motor atau mobil, mesin cuci sepeda motor ini dapat digunakan. Hingga saat ini, Andri dapat menjual rata-rata 500 unit mesin cuci sepeda motor tiap minggu. Agar dapat memenuhi banyaknya permintaan, Andri mempekerjakan 6 orang karyawan yang terdiri dari, 3 tim spesialis produksi dan 3 tim spesialis marketing.”Melalui bisnis ini, saya bisa memberangkatkan orang tua saya wisata rohani dan membawa saya berkeliling ke beberapa tempat wisata di luar maupun dalam negeri. Bagi semua teman-teman seperjuanganku yang belum memiliki keberanian atau kemampuan untuk berbisnis, hajar saja. Karena nanti saat kita sudah bergelut di dalamnya, kita akan menemukan emas atau berlian yang dapat kita asah terus,” kata Andri bersemangat.

Menurut Andri, berjualan di Bukalapak adalah salah satu keputusan tepat yang ia lakukan saat memulai usaha online nya. Bersama Bukalapak, Andri merasa produk-produk karya anak muda tanah air sangat didukung dan terus dikembangkan. Melalui beragam kegiatan dan juga promo yang ada, penjualan produknya semakin terbantukan.

BERITA TERKAIT

Ditopang Bisnis Hotel - Intikeramik Bidik Laba Rp 129 Miliar di 2019

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menargetkan laba bersih sebesar Rp 129 miliar dan untuk…

Bidik Bisnis Tumbuh 10% di 2019 - Tifa Finance Butuh Pendanaan Rp 1 Trliun

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Tifa Finance (TIFA) menargetkan bisnis cukup konservatif dnegan menetapkan target pertumbuhan 5%-10% di…

Lepas Bisnis Consumer Health - November, Laba Merck Melesat Tajam 563,84%

NERACA Jakarta – Sampai dengan November 2018, PT Merck Tbk (MERK) membukukan pertumbuhan laba 563,84% sejalan dengan adanya laba penjualan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Konsisten Konservasi Hutan - APP Berhasil Tekan Dampak Kebakaran Hutan

Menyadari keberlanjutan bisnis usahanya tidak lepas dari menjaga kelestarian alam, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas selalu konsisten melakukan…

Peduli Pendidikan Lewat UFE - PermataBank Berikan Advokasi Libatkan Komunitas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PermataBank melalui program corporate social responsibility (CSR) menggelar Unite for Education (UFE) sebagai upaya…

Sejahterakan Petani di Kalimantan Selatan - BNI Bantu Program Kegiatan Padat Karya Tunai

Membangun fundamental ekonomi dari sektor pertanian terus ditingkatkan pemerintah. Namun implementasi tersebut tidak bisa lepas dari keterlibatan peran swasta dan…