Trump Berang, Rupiah Terbang, China Senang, Pemerintah Menang

Oleh: Gigin Praginanto, Pemerhati Kebijakan Publik

Tak cuma presiden Donald Trump yang menghadapi pelemahan yuan, para produsen di Indonesia juga. Ini karena akan membuat barang-barang buatan China makin merajalela di pasar dunia, termasuk Indonesia. Apalagi belakangan ini nilai rupiah menguat sehingga produsen makin tak berdaya menghadapi banjir barang dari China.

Sialnya lagi, para produsen lokal juga berhadapan dengan kenaikan upah pekerja, yang memang sudah tiba waktunya. Sementara itu pemerintah makin agresif menarik pajak untuk mengurangi defisit APBN.

Lihat saja produsen baja lokal, telah berkali-kali mengeluh karena serbuan produk dari China berharga sampai 30 persen lebih murah. Keluhan yang sama juga dilakukan oleh produsen tekstil, dan produk tekstil.

Lewat kicauannya di twitter, Trump sendiri menuding China bermain curang karena suka sengaja melemahkan nilai tukar mata uangnya untuk meningkatkan daya saing barang-barang buatannya di pasar internasional. Tapi tudingan ini tak digubris sehingga bisa membuat Trump makin gusar.

Maka tak mustahil bila Trump akan menambah daftar barang China yang dikenai bea impor tinggi, sekaligus memperketat larangan ekspor produk teknologi tinggi kesana.

Sementara di Indonesia, masyarakat disenangkan dengan maraknya barang-barang murah dari China. Pemerintah juga ikut senang tentunya karena ini bisa mengatrol popularitasnya dengan mengklaim bahwa rendahnya inflasi, bahkan deflasi, adalah berkat resep ekonominya yang manjur.

Sebaliknya, kubu oposisi waswas karena barang-barang Made In China tersebut bisa menggerus popularitasnya. Untuk mengatrol popularitasnya, Capres kubu oposisi, Prabowo Subianto, pun mencoba bergaya seperti Trump dengan menggelorakan semangat Indonesia First.

Namun apakah Trump akan makin garang atau sebaliknya, kini masih menjadi tanda tanya besar. Banyak yang percaya, setelah kehilangan suara mayoritas di DPR Amerika, Trump akan melunak. Sejak berakhirnya Pemilu sela beberapa waktu lalu, suara mayoritas beralih ke kubu Partai Demokrat. Sebelumnya suara mayoritas di DPR dan Senat dikuasai oleh pendukung Trump.

Banyak juga yang meramalkan, bila ternyata ekonomi Amerika menguat, Trump akan tambah garang. Demikian pula bila ternyata Demokrat mendukung sikap keras Trump terhadap China.

Selama ini, meski tidak sekonfrontatif Trump, kubu Demokrat juga telah berulang mali menunjukkan kejengkelan pada politik ekonomi China yang dianggap curang. Waktu masih menjadi presiden Amerika, Barrack Obama berkali-kali mengecam China karena suka melakukan intervensi di pasar uang agar mata uangnya undervalued.

Juga sama dengan Trump, Obama mengecam China karena perlakuan istimewanya kepada BUMN, dan keengganan melindungi hak cipta intelektual. Maka, yang bisa menghentikan kegalakan Trump adalah bila perekonomian Amerika memburuk.

Hanya saja, sejauh ini belum ada masalah yang muncul akibat perang dagang yang dilancarkan Trump. Bila ternyata membaik, tak perlu jenius untuk mengatakan bahwa Trump akan makin ganas.

Sebagai jawabnya, China mungkin akan terus memperlemah mata uangnya untuk memperluas pasarnya di luar Amerika. Indonesia adalah salah satu sasarannya karena berpenduduk terbesar keempat di dunia. Inilah mengapa tak aneh bila China senang, mungkin malah ikut merekayasa, bila rupiah terbang tinggi.

Maka, nanti bisa saja peningkatan upah dan nilai rupiah berjalan seiring dengan laju PHK. Sementara itu harga barang-barang kebutuhan terus menurun karena banjir barang murah dari China, dan popularitas pemerintah menjulang karena dianggap sukses memerangi inflasi. Akhirnya, bakal menang lagi di Pilpres 2019.

BERITA TERKAIT

Keuntungan Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen pada 2018, kata…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Pemerintah Fokus Katrol Ekspor Produk Manufaktur

NERACA Jakarta – Pemerintah semakin fokus mendorong peningkatan ekspor industri pengolahan agar berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan perbaikan struktur perekonomian…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Super Mahal untuk Melayani Mimpi

  Oleh: Gigin Praginanto, Antropolog Ekonomi-Politik Bank-bank yang menggelontorkan puluhan bahkan ratusan trilliun rupiah untuk proyek infrastruktur sekarang tentu sedang…

Golput Sebuah Kerugian untuk Diri Sendiri

  Oleh : Mega Pratiwi, Mahasiswa FH Unbraw Jawa Timur               Golput alias golongan putih adalah mereka yang memiliki…

Menakar Nasib Petani Sebagai Kunci Kedaulatan Pangan

Oleh: Pril Huseno Salah satu tujuan dari pembangunan pertanian di Indonesia adalah menjadikan dunia pertanian sebagai sentra produksi pangan bagi…