Impian Perumnas Menjadi Perseroan Terbatas - Terbitkan Global Bond Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta– Ramainya industri properti yang telah masuk pasar modal dan mampu meningkatkan permodalan menjadi impian Perumnas sebagai BUMN properti milik pemerintah untuk go public. Namun ambisi tahun ini hanya menargetkan upaya merubah status perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan Terbatas. Dimana dengan perubahan menjadi PT akan lebih mudah memuluskannya untuk masuk pasar modal.

Direkur Utama Perusahaan umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), Himawan Arief Sugoto mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian BUMN agar Perum Perumnas bisa diganti menjadi Perseroan Terbatas (PT). “Seiring dengan keinginan menjadi tumbuh, maka perseroan perlu merubah menjadi PT,” katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Rupanya keinginan perseroan menjadi PT, sejalan dengan apa yang diharapkan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo. Saat itu, Menkeu meminta beberapa BUMN yang masih bestatus perusahaan umum (Perum) diubah menjadi perusahaan terbatas (PT) agar langkah masuk ke pasar finansial bisa berjalan lancar. “Kalau masih berstatus Perum, banyak persyaratan yang harus dihadapi. Kecuali jika perusahaan sudah berbentuk PT,” kata Agus.

Selain itu, perseron juga menyampaikan rencana aksi korporasi yang bakal dilakukan pertengahan tahun ini. Diantaranya, perseroan tengah menyiapkan penerbitan obligasi atau global bond senilai Rp 500 miliar. Nantinya, dana obligasi akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja pengadaan rumah di luar rumah bersubsidi (rumah murah).

“Sekarang ini dari sisi keuangan kita punya opsi pilihan, ke depan kita memikirkan menerbitkan (global bond) dan bahkan kalau bagus kita bisa menerbitkan obligasi,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sementara untuk obligasi, perseroan merencanakan bisa dilakukan pada tahun depan dengan nilai perkiraan hingga Rp 1-2 triliun. Saat ini Perumnas memiliki underlying aset yang cukup bagus dan diyakini mampu menarik pasar dan menjadikan perseroan sebagai perusahaan yang sehat.

Ditahun kelinci ini, perseroan menargetkan pendapatan hingga Rp 3 triliun dengan laba mencapai Rp 300 miliar dan sebelumnya, ditahun 2008, Perumnas sudah meraup untung setelah sebelumnya terus mengalami rugi.

Capaian target pendapatan diyakini bisa terealisasi, karena didukung adanya proyek program rumah murah dengan suntikan dana Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp 500 miliar di 2011. “Kita selalu growth rata-rata 40%, laba selalu naik,”ungkapnya.

Sebelumnya, Perumnas berencana membangun Kota Baru Perumnas mulai pertengahan tahun ini dengan nilai proyek diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun. Salah satu pendanaan berasal dari penerbitan surat utang (obligasi) pada semester II-2011.

Pembangunan Kota Baru Perumnas membutuhkan lahan seluas 40 hektar (ha). Proyek ini berlokasi di Pulo Gebang, Jakarta Timur. Rencananya, jadwalground breakingakan dimulai Agustus 2011. Ditargetkan proyek ini akan rampung pada lima tahun mendatang atau 2016. Adapun, pendanaan berasal dari internal perusahaan, pinjaman perbankan maupun penerbitan surat utang (obligasi) maupun membuka kesempatan kepada BUMN maupun swasta untuk berinvestasi di proyek tersebut. (bani)

Related posts