Menghitung Untung Rugi Reksa Dana

Neraca. Setiap jenis investasi memiliki risiko di samping return yang dihasilkan. Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang diciptakan untuk mempermudah dalam pengelolaan dana terutama bagi investor pemula.

keuntungan berinvestasi di reksa dana dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, diversifikasi investasi memperkecil risiko besarnya dana yang dikelola memungkinkan reksa dana untuk mendiversifikasikan investasinya ke berbagai jenis efek (saham, obligasi, pasar uang) sehingga dapat memperkecil risiko.

Kenyamanan berinvestasi, setiap reksa dana didukung oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan menganalisa efek dan memiliki akses informasi pasar melalui banyak sumber sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih akurat untuk kepentingan investasi pemodalnya.

Terjangkau, reksa dana memberi kesempatan kepada investor kecil untuk ikut andil berinvestasi di pasar modal. Dengan modal awal yang relatif kecil umumnya Rp. 100.000 di Indonesia orang sudah dapat membuka rekening investasi di reksa dana.

Risiko berkurangnya nilai investasi, modal awal pemodal bisa berkurang karena investasi di reksa dana tidak digaransi pasti memberikan keuntungan. Naik turunnya nilai investasi tergantung isi portofolio reksa dana, bila saham atau obligasi dalam portofolio rata-rata naik maka nilai investasi reksa dana juga naik atau pemodal menikmati keuntungan. Namun sebaliknya bila saham atau obligasi dalam portofolio turun harganya maka pemodal mengalami kerugian potensial.

Risiko investasi

Risiko likuiditas saat penarikan dana pemodal, sama seperti bank yang mengalami rush penarikan besar-besaran secara bersamaan, reksa dana juga menghadapi risiko serupa. Bila pemodal beramai-ramai menarik dananya sedangkan dana tersebut masih diinvestasikan dalam saham atau obligasi.

Manajer investasi harus menjual saham atau obligasi tersebut untuk dibayarkan kepada pemodal. Penjualan saham atau obligasi dalam jumlah besar berpotensi menurunkan harga saham atau obligasi sehingga menurunkan reksa dana.

Risiko yang harus dihadapi adalah wanprestasi emiten, penerbit obligasi yang gagal membayar kupon bunga atau nilai pokok utang menyebabkan reksa dana tidak menerima penghasilan yang semestinya diterima.

Risiko ini merupakan risiko utama dalam berinvestasi di reksa dana. Berkurangnya jumlah unit penyertaan Anda pada sebuah reksa dana terjadi karena adanya fluktuasi dari harga aset-aset pada reksa dana tersebut. Untuk efek saham, fluktuasi harga terjadi sesuai dengan mekanisme pasar yang terjadi di bursa efeknya.

Untuk efek utang, harganya cenderung naik pada saat tingkat bunga turun, dan sebaliknya, harganya akan cenderung turun pada saat tingkat bunga naik. Untuk instrumen pasar uang, fluktuasinya mengikuti tingkat suku bunga yang ada.

Selain itu, kondisi ekonomi dan politik juga dapat menyebabkan terjadinya fluktuasi harga. Semua kebijakan politik dan hukum yang berkaitan dengan usaha dapat mempengaruhi harga suatu saham. Contohnya, kenaikan pajak kendaraan yang tinggi akan mengakibatkan turunnya penjualan mobil sehingga keuntungan perusahaan turun. Hal ini akan mengakibatkan harga saham perusahaan mobil itu mengalami penurunan.

Sedangkan memasuki tahun 2012, reksa dana bisa dibilang sudah bukan barang baru dalam industri investasi di Indonesia. Usia industri yang tidak muda ini ternyata memunculkan suatu isu baru, beberapa reksa dana memiliki harga yang terlampau tinggi dibandingkan harga penerbitan pertama kali dan harga reksa dana sejenis lainnya.

Akibatnya, ada kekhawatiran dari sebagian investor, jangan-jangan reksa dana yang tersebut sulit berkembang karena sudah terlampau mahal dan sempat muncul pula wacana reksa dana split.

Related posts